Gapai Hunian Modern, Vivace E Schneider Electric Hadir Menjadi Solusi Gen Z

FOTO ISTIMEWA : Ardi tampak menyalakan lampu melalui saklar Vivace E dari Schneider Electric di area kamar mandi bernuansa minimalis yang mengusung desain elegan dan fungsional.

SEMARANG (Awall.id) – Bagi sebagian generasi muda, rumah impian tak lagi sekadar soal luas bangunan atau kemewahan interior.

Tren hunian modern kini lebih banyak berbicara tentang kenyamanan, keamanan, dan tampilan yang estetik tanpa harus menguras tabungan.

Di tengah gaya hidup generasi muda yang semakin selektif, rumah sederhana dengan sentuhan modern justru menjadi impian baru.

Hal itu tergambar dari keseharian Ardi (27), seorang pekerja kantoran di bidang konstruksi asal Semarang. Di usianya yang masih relatif muda, Ardi berhasil mewujudkan impian memiliki rumah sendiri.

Bukan rumah besar dengan ornamen mewah, melainkan hunian yang menurutnya terasa cukup, nyaman ditempati, dan mencerminkan karakter modern generasi sekarang.

“Rumah itu nggak harus besar atau mahal, yang penting nyaman, rapi, dan punya kesan modern,” ujar Ardi sambil menunjukkan sudut ruang makan rumahnya yang tertata minimalis, Kamis (14/5).

Sebagai pekerja di industri konstruksi, Ardi memahami bahwa membangun rumah bukan hanya perkara tampilan luar. Ada banyak detail kecil yang justru menentukan kenyamanan dalam jangka panjang.

Karena itu, setiap sudut rumah ia pikirkan dengan matang mulai dari pencahayaan, warna dinding, pemilihan furnitur, hingga perangkat kelistrikan yang sering kali dianggap sepele oleh banyak orang.

Bagi Ardi, rumah yang baik adalah rumah yang memperhatikan detail. Ia mengakui, salah satu hal kecil yang sering terlewat adalah pemilihan saklar lampu dan stopkontak.

Baca Juga:  HUT Satpam ke-43, Budiyono Siap Sukseskan Pemilu 2024

Padahal, benda-benda tersebut digunakan setiap hari dan menjadi bagian visual dari interior rumah.

“Kalau rumah sudah estetik, masa saklarnya terlihat kusam atau nggak nyambung sama desain ruangan?” katanya sembari tersenyum.

Tak heran jika hampir 80 persen perangkat kelistrikan di rumahnya menggunakan produk Schneider Electric.

Belakangan, Ardi juga mulai mengganti beberapa bagian rumahnya dengan seri terbaru, Vivace E, khususnya di area kamar mandi dan ruang makan.

Keputusan itu bukan tanpa alasan, selain mempertimbangkan aspek keamanan listrik, Ardi juga ingin mempertahankan nuansa modern yang sejak awal menjadi konsep rumah impiannya.

Baginya, desain perangkat kecil sekalipun harus mendukung tampilan ruang secara keseluruhan.

“Sekarang rumah-rumah minimalis kan detail kecil kelihatan banget. Saklar sama stopkontak juga jadi bagian interior,” ungkapnya.

Di rumah Ardi, Vivace E hadir dengan desain minimalis, ramping, serta tampilan premium yang menyatu dengan dinding bernuansa netral dan interior modern.

Kehadirannya tak terasa mencolok, tetapi justru memberi kesan rapi dan elegan.
Salah satu alasan lain Ardi memilih produk tersebut adalah daya tahannya terhadap perubahan warna.

Saklar dan stopkontak yang mudah menguning sering menjadi masalah pada banyak hunian, terutama setelah digunakan dalam waktu lama.

FOTO ISTIMEWA : Penggunaan saklar dan stop kontak Vivace E Schneider Electric hadir menyatu dengan desain interior modern pada area kitchen set, menghadirkan kombinasi estetika dan keamanan kelistrikan dalam satu ruang.

Menurutnya, tampilan yang tetap bersih dan awet menjadi nilai tambah tersendiri.

Baca Juga:  Usai Shalat Ied, Wagub Imbau Masyarakat untuk Tetap Waspada saat Bersilaturahmi

“Kalau dipakai bertahun-tahun tapi masih kelihatan bagus, itu penting. Jadi nggak cepat terlihat tua,” katanya.

Fenomena seperti yang dialami Ardi semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga terhadap listrik.

Rumah modern saat ini bukan hanya dipenuhi perangkat elektronik, tetapi juga menuntut sistem kelistrikan yang aman sekaligus mendukung estetika ruang.

Berdasarkan data Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RKUN) 2025–2060 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), konsumsi listrik Indonesia menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir.

Pada 2020, konsumsi listrik nasional tercatat sebesar 306 terawatt-hour (TWh), dengan sektor rumah tangga menyumbang 113 TWh. Angka tersebut terus meningkat menjadi 116 TWh pada 2021, lalu 117 TWh pada 2022. Memasuki 2023, konsumsi listrik rumah tangga naik menjadi 122 TWh dan mencapai 130 TWh pada 2024.

Kenaikan ini menunjukkan bahwa rumah tangga menjadi salah satu pengguna listrik terbesar di Indonesia, seiring meningkatnya penggunaan perangkat elektronik dan kebutuhan gaya hidup modern di rumah.

Di sisi lain, kebutuhan terhadap perangkat listrik juga mengalami perubahan. Konsumen kini tidak hanya mencari fungsi dasar, tetapi juga desain, keamanan, serta daya tahan produk.

President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, mengatakan kebutuhan hunian modern kini semakin berkembang dan menuntut solusi yang lebih terintegrasi.

Baca Juga:  Bupati Kendal Salurkan 90 Ton Beras untuk Korban Banjir

“Kami melihat kebutuhan hunian modern di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran akan kualitas, keamanan, dan estetika ruang. Konsumen tidak lagi memilih antara desain atau keamanan, mereka menginginkan keduanya dalam satu solusi yang seimbang. Dengan pengalaman lebih dari 190 tahun dalam inovasi kelistrikan secara global dan hampir 40 tahun dalam pengembangan bisnis sakelar, kami terus memahami evolusi kebutuhan tersebut, termasuk di Indonesia yang merupakan salah satu pasar utama kami dalam kategori stopkontak dan sakelar,” ujar Martin, belum lama ini.

Melalui Vivace E, Schneider Electric menghadirkan solusi saklar dan stopkontak yang tidak hanya modern secara desain, tetapi juga mengedepankan keamanan penggunaan dan tetap relevan dari sisi nilai bagi homeowner maupun developer.

Produk ini kini tersedia di berbagai kanal e-commerce dan distributor di seluruh Indonesia dengan harga mulai dari Rp30 ribuan sebuah angka yang membuat konsep rumah modern terasa semakin dekat dijangkau generasi muda.

Bagi Ardi, modern tak harus identik dengan mahal. Rumah impian, menurutnya, justru lahir dari perhatian terhadap detail-detail sederhana yang sering tak terlihat, tetapi dirasakan setiap hari.

Dari dinding estetik, pencahayaan hangat, hingga saklar lampu yang menyatu dengan desain interior semuanya membentuk pengalaman tinggal yang nyaman.

Di tengah mimpi besar generasi muda untuk memiliki hunian sendiri, rumah modern ternyata bukan lagi tentang kemewahan.

Kadang, ia hadir dari keputusan sederhana yaitu memilih sesuatu yang aman, tahan lama, dan tetap enak dipandang. (Lia)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *