Rektor UPGRIS Lepas Delegasi PPL dan KKN Internasional ke Thailand Selatan
SEMARANG (Awall.id) – Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas kerja sama internasional dengan melepas delegasi mahasiswa yang akan mengikuti Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Thailand Selatan.
Pelepasan yang dipimpin langsung oleh Rektor UPGRIS ini menjadi awal perjalanan akademik mahasiswa dalam mengimplementasikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sekaligus memperkuat peran UPGRIS dalam pengembangan pendidikan bertaraf internasional.
Delegasi yang terdiri atas mahasiswa dari berbagai program studi akan menjalankan praktik mengajar dan pengabdian kepada masyarakat di sejumlah sekolah mitra di wilayah Hat Yai dan sekitarnya.
Selama program berlangsung, mereka akan berkolaborasi dengan Al Hidayah Foundation dalam berbagai kegiatan pendidikan, penguatan literasi, pertukaran budaya, hingga pemberdayaan masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah mitra.
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan penuh semangat. Acara dihadiri jajaran pimpinan universitas, UPT Kerja Sama dan Urusan Internasional (KUI), dosen pembimbing lapangan (DPL), orang tua mahasiswa, serta seluruh peserta program.
Dalam sambutannya, Rektor UPGRIS Dr. Sri Suciati, M.Hum. menegaskan bahwa pengalaman internasional menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan yang siap menghadapi tantangan global.
“Program PPL Internasional dan KKN Internasional bukan sekadar perjalanan ke luar negeri, tetapi merupakan proses pembelajaran yang membentuk karakter, memperluas wawasan, dan meningkatkan kompetensi mahasiswa. Saya berharap seluruh peserta mampu menjaga nama baik UPGRIS, menghormati budaya setempat, serta memberikan kontribusi terbaik bagi sekolah dan masyarakat di Thailand Selatan,” ujarnya.
Menurutnya, internasionalisasi yang dikembangkan UPGRIS tidak hanya bertujuan meningkatkan mobilitas mahasiswa, tetapi juga memperkuat kualitas pendidikan melalui kolaborasi yang saling menguntungkan dengan mitra luar negeri.
Karena itu, setiap peserta diharapkan mampu menjadi duta akademik sekaligus agen diplomasi pendidikan antara Indonesia dan Thailand.
Program ini merupakan implementasi nyata kebijakan MBKM yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di lingkungan internasional.
Berbagai aktivitas yang akan dijalankan meliputi praktik mengajar, pendampingan pembelajaran, kegiatan sosial kemasyarakatan, pertukaran budaya, hingga pengembangan media pembelajaran bersama guru-guru di sekolah mitra.
Seluruh rangkaian kegiatan disusun berdasarkan kerangka IPCSA 5E yang menjadi model pengembangan program internasional UPGRIS. Pilar Education diwujudkan melalui pengalaman belajar langsung di sekolah mitra.
Exchange berlangsung melalui pertukaran budaya, metode pembelajaran, dan pengalaman akademik antara mahasiswa Indonesia dengan masyarakat Thailand.
Sementara Engagement tercermin dari keterlibatan aktif mahasiswa bersama guru, siswa, dan masyarakat selama pelaksanaan program.
Selain itu, aspek Empowerment diwujudkan melalui kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Adapun Employability diperkuat melalui pengalaman bekerja di lingkungan multikultural, kemampuan komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, kolaborasi internasional, serta kemampuan beradaptasi dengan tantangan global.
Kepala UPT Kerja Sama dan Urusan Internasional (KUI) UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, M.Hum., mengatakan keberangkatan delegasi merupakan hasil dari kemitraan yang telah terjalin secara berkelanjutan dengan Al Hidayah Foundation.
“Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar secara maksimal sekaligus membangun hubungan yang baik dengan sekolah dan masyarakat di Thailand Selatan. Kepercayaan yang diberikan mitra internasional harus dijaga melalui sikap profesional, kemampuan akademik, dan semangat kolaborasi,” katanya.
Salah seorang mahasiswa peserta program mengaku bangga mendapatkan kesempatan mengikuti PPL dan KKN Internasional.
“Kami telah mengikuti berbagai pembekalan dan merasa siap menjalankan amanah ini. Program ini menjadi kesempatan berharga untuk belajar di lingkungan internasional, memahami budaya baru, sekaligus mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah. Kami ingin membawa nama baik UPGRIS dan memberikan kontribusi terbaik bagi sekolah mitra,” tuturnya.
Melalui pelepasan delegasi ini, UPGRIS kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kerja sama internasional yang memberikan dampak bagi mahasiswa, mitra, dan masyarakat.
Bersama Al Hidayah Foundation, pelaksanaan PPL dan KKN Internasional di Hat Yai, Thailand Selatan, diharapkan semakin memperluas jejaring pendidikan internasional, mendukung implementasi MBKM, serta menjadi wujud nyata penerapan nilai-nilai IPCSA 5E dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.***
















