Maruarar Mundur dari PDIP, Ini Reaksi Hasto dan Ganjar

JAKARTA (Awall.id) – Politikus muda, Maruarar Sirait, menyatakan mundur dari PDI Perjuangan. Pengunduran diri politikus berusia 45 tahun itu ditandai dengan penyerahan kartu tanda anggota (KTA) partai di kantor DPP PDIP, Senin (15/1) petang).
Ara, panggilan akrab Maruarar, memberi alasan pengunduran dirinya karena ingin mengikuti langkah Presiden Jokowi yang juga kader partai berlambang banteng tersebut.
Menurut Maruarar, baginya Jokowi adalah pemimpin yang dicintai oleh rakyat.
“Saya memilih untuk mengikuti langkah Pak Jokowi karena saya percaya Pak Jokowi adalah pemimpin yang sangat didukung oleh rakyat Indonesia,” tutur Maruarar Sirait.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, lewat keterangan tertulisnya membenarkan, DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) telah menerima KTA partai dari Maruarar Sirait yang mengajukan pengunduran diri.
“DPP Partai telah menerima laporan dari Pak Utut Adianto bahwa Pak Ara Sirait telah mengajukan pengunduran diri dengan menyerahkan KTA Partai,” ucap Hasto, Senin (15/1) malam.
Menurut Hasto, pada prinsipnya menjadi anggota PDI perjuangan merupakan kesukarelaan. Oleh karena itu, anggota dapat mengajukan pengunduran diri dari partai.
“Menjadi anggota Partai didasarkan pada prinsip kesukarelaan, demikian halnya untuk tidak menjadi anggota dapat mengajukan pengunduran diri,” kata Hasto.
Sementara Calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo menilai bahwa mundur dari partai merupakan hak semua orang, termasuk mundurnya Maruarar Sirait dari anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
“Itu hak semua orang,” kata Ganjar kepada wartawan, di sela acara blusukan di Pasar Induk Kajen, Pekalongan, Selasa (16/1/2024).
Ganjar tidak mau berkomentar lebih lanjut soal pengunduran diri Maruarar dan menyudahi sesi wawancara bersama awak media.




















