Ganjar Diajak Sarapan Bareng Warga Klaten Usai Jalan Pagi dan Kunjungi Pasar

Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo diajak warga Klaten dan Sukoharjo sarapan bersama di Bendungan Ngawen usai jalan pagi, Rabu (27/12/2023)
Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo diajak warga Klaten dan Sukoharjo sarapan bersama di Bendungan Ngawen usai jalan pagi, Rabu (27/12/2023)

SUKOHARJO (Awall.id) – Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mengunjungi Pasar Gawok Sukoharjo, Rabu (27/12/2023). Ganjar yang sebelumnya menginap di rumah imam masjid Klaten, Trimanto, sengaja menyempatkan diri jalan pagi sambil menyapa masyarakat.

Awalnya Ganjar jalan pagi menyusuri area persawahan. Ia menyapa para petani dan masyarakat yang melintas di jalan. Ganjar dengan ramah melayani warga melepas kangen dengannya. Termasuk ketika ia sampai di Pasar Gawok Sukoharjo. Para pedagang dan pembeli langsung berhamburan mengejar Ganjar.

Bahkan ada pedagang yang rela meninggalkan barang dagangannya demi melihat Ganjar. Mereka seakan tak peduli barang dagangannya hilang atau pembeli yang lama mengantri.

“Pak foto pak, dagangane kulo mpun kulo tinggal demi ketemu bapak,” ucap Mergi (77) salah satu pedagang.

“Lha kok ditinggal mbah? Mengko dicolong lho,” ucap Ganjar.

Mergi tidak peduli. Baginya, moment bisa bersalaman dan foto dengan Ganjar melebihi segalanya. Wajah sepuhnya terlihat begitu sumringah usai bisa menyalami Ganjar dan ngobrol singkat.

“Lha kangen lho sama Pak Ganjar. Priyayine gagah, ramah lagi. Semoga besok jadi presiden,” ucapnya.

Usai jalan santai, Ganjar diajak warga Klaten dan Sukoharjo sarapan bersama di Bendungan Ngawen. Duduk lesehan beralaskan tikar, Ganjar makan sambil berdiskusi dengan warga dan mendengarkan keluhan mereka.

“Iya, suasana seperti ini yang selalu ngangeni. Bisa tidur di rumah warga, pagi jalan-jalan sambil menyapa mereka. Bisa sarapan bareng. Wah pokoknya bikin kangen,” ucap Ganjar.

Tidur di rumah warga memang sudah menjadi kebiasaan Ganjar sejak menjabat Gubernur Jateng 2013 lalu. Cara itu ia lakukan untuk belanja masalah, mendengarkan problem yang terjadi di masyarakat secara langsung.

“Kalau dengar secara langsung, kita bisa membuat program dan kebijakan yang tepat sesuai yang diharapkan masyarakat. Karena kita berada di tengah mereka, mendengar langsung dan merasakan detak jantung hingga hembusan nafas rakyat,” pungkasnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *