Pelaku Industri Kreatif Curhat ke Ganjar, Minta HAKI Bisa Jadi Akses Modal

Mengunjungi pameran Urban Sneaker Society (USS) di JCC Jakarta, Bacapres Ganjar Pranowo jadi sasaran curhat para pelaku industri kreatif, Jumat (3/11/2023) malam ini
Mengunjungi pameran Urban Sneaker Society (USS) di JCC Jakarta, Bacapres Ganjar Pranowo jadi sasaran curhat para pelaku industri kreatif, Jumat (3/11/2023) malam ini

JAKARTA (Awall.id) – Bacapres 2024, Ganjar Pranowo, menjadi rebutan pelaku industri kreatif saat mengunjungi pameran Urban Sneaker Society (USS) di JCC Jakarta, Jumat (3/11/2023) malam.

Selain untuk memamerkan aneka produk yang mereka buat, para pelaku industri kreatif itu juga memanfaatkan kehadiran Ganjar sebagai ajang curhat.

Beragam persoalan disampaikan peserta USS yang mayoritas anak muda itu pada Ganjar. Mulai pemasaran, pelatihan hingga kemudahan untuk dapat akses modal.

“Pak Ganjar, tolong bantu kami. Selama ini kami kesulitan untuk mengakses modal demi mengembangkan bisnis ini. Mau pinjam ke bank, mereka tidak mau karena kami tidak punya agunan,” ucap Renaldy, pemilik brand Dominate asal Jakarta.

Renaldy berharap, ada campur tangan pemerintah untuk memuluskan itu. Salah satu caranya adalah dengan memberikan kemudahan pelaku industri kreatif tanah air mendapat modal dengan jaminan intelektual property atau HAKI.

“Selama ini kami tahu bapak konsen betul soal ini dan pernah mengatakan akan memperjuangkan pelaku industri kreatif dalam negeri mendapatkan akses modal dengan IP atau HAKI. Tolong kalau bisa itu bisa segera terwujud pak,” tambah Dilla, pelaku industri kreatif lainnya.

Ganjar dengan serius mendengarkan curhat dan keluh kesah para anak muda itu. Ia menegaskan, bahwa pemerintah sudah punya aturan yang menyatakan jika IP atau HAKI bisa digunakan sebagai agunan untuk mendapat akses permodalan ke bank.

“Sebenarnya sangat bisa karena aturannya sudah ada. Sudah ada Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur hal itu,” ucap Ganjar.

Memang, lanjut dia, sampai saat ini hal itu belum berjalan dengan optimal. Dan pemerintah ke depan lanjut dia harus menjadikan program itu sebagai prioritas.

“Kan aturannya sudah ada. Hanya tinggal kemauan dan keseriusan dari pemerintah untuk mengeksekusi,” ucapnya.

Sebenarnya, lanjut Ganjar, saat menjabat sebagai Gubernur Jateng, ia sudah memulai dengan menggandeng Bank Jateng. Namun memang, skalanya masih belum bisa optimal.

“Ke depan ini memang harus ditindaklanjuti karena tadi keluhan para pelaku industri kreatif itu sama. Mau pinjam ke bank tidak punya agunan. Mereka berharap IP dan HAKI bisa dipakai. Aturan sudah ada, tinggal komitmen dan kemauan. Tunjuk saja satu atau dua bank untuk mengeksekusi, maka industri kreatif Indonesia pasti maju,” pungkasnya.

Tak hanya mendengar curhatan para pelaku industri kreatif, dalam pameran itu Ganjar juga membeli aneka produk yang dijajakan. Mulai sepatu, jaket, kaos, sandal, kemeja, topi dan lainnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *