UNDIP Anugerahi Gelar Doctor Honoris Causa kepada Bambang Sutantio, Pendiri Cimory Group

SEMARANG (Awall.id) – Universitas Diponegoro menggelar upacara akademik penganugerahan gelar Doctor Honoris Causa bidang Ilmu Peternakan kepada Dipl.-Ing. Bambang Sutantio pendiri sekaligus Presiden Komisaris Cimory Group, Sabtu (23/9) di Gedung Prof. Soedarto, S.H., Undip Tembalang.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. menyampaikan penghargaan Undip kepada Bambang Sutantio sebagai Doctor Honoris Causa tentu didasarkan pertimbangan kepantasan dan kepatutan (fit and proper test) yang kuat baik dari sisi akademis maupun non akademis yang sangat ketat mengingat Undip mengemban sejarah besar akademik yang bermartabat di gelanggang nasional maupun internasional.

Dari sisi akademik, Bambang Sutantio telah membuktikan dalam kapasitas pribadi maupun sebagai pimpinan PT Cimory telah mengambil kebijakan perusahaan yang dipimpinnya untuk memperkuat ketersediaan pangan nasional utamanya susu dengan menerapkan sistem kemitraan yang tidak saja membantu peternak tradisional, tetapi juga berusaha untuk mengembangkan teknologi baru yang ramah lingkungan dan lebih menguntungkan peternak.

“Menjadi seorang doktor honoris causa tidak hanya sekadar capaian keilmuan, akan tetapi di dalamnya juga ada kematangan jiwa, serta integritas, baik sebagai ilmuwan praktisi maupun sebagai manusia. Menjadi praktisi dengan gelar akademik yang tertinggi sudah sepatutnya untuk memiliki dan memupuk pula jiwa kepedulian kepada umat manusia, keberanian dalam menegakkan kebenaran dilandasi kejujuran dan integritas,” ucap Prof Yos.

Pada pidato ilmiahnya yang berjudul Model Pengembangan Peternakan Sapi Perah Medium Scale dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Peternak Menuju Kemandirian Susu Segar dalam Negeri, Bambang Sutantio menyampaikan industri persusuan Indonesia sebagian besar dioperasikan oleh peternak rakyat. Oleh karena itu masih ada masalah yang bersumber dari skala usaha peternakan yang relatif kecil.

Usaha peternakan skala kecil ini yang dirunut menjadi akar permasalahan. Usaha peternakan rakyat dilakukan dengan sederhana, adopsi teknologi yang ketinggalan, produksi dan kualitas rendah, harga jual rendah, dan pendapatan rendah sehingga tidak menarik dan hanya menjadi usaha sampingan.

“Salah satu solusi untuk mengatasi akar masalah tersebut adalah usaha peternakan sapi perah skala sedang yang dirintis oleh PT Cisarua Montain Diary (Cimory). Pada proses produksinya, PT Cimory telah mengembangkan model CSV untuk memberdayakan masyarakat petani atau peternak sapi perah secara terintegrasi. Rantai nilai yang di-share kepada masyarakat adalah kegiatan produksi dengan skala menengah untuk menjamin profitabilitas dan keberlanjutan usaha tani sapi perah,” ungkapnya.

“Perusahaan memberikan pembinaan terkait dengan teknologi, manajemen, dan penjaminan untuk menampung semua produksi dengan harga yang kompetitif. Kondisi tersebut telah menghasilkan pola kemitraan yang langgeng karena adanya konsep saling menguntungkan kedua belah pihak,” lanjut Bambang.

Sementara Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip, Prof. Dr. Ir. Bambang Waluyo Hadi Eko Prasetiyono, M.S., M.Agr., IPU menjelaskan bahwa Dipl.-Ing. Bambang Sutantio layak memperoleh gelar Doctor Honoris Causa (H.C) atau Gelar Kehormatan karena kontribusi yang besar dalam mendukung ketahanan pangan di Indonesia.

Lebih lanjut Prof Bambang WHEP, akrab disapa, mengatakan, “potensi kekayaan pangan lokal Indonesia sungguh sangat besar, mengingat posisi Indonesia sebagai negara agraris. Meskipun produk pangan yang dihasilkan sangat banyak, inovasi teknologi terhadap produk pangan lokal masih terbilang cukup rendah. Hal tersebut berakibat dengan produk yang dihasilkan belum mampu menarik minat konsumen pangan di Indonesia. Oleh karena itu, inovasi teknologi terhadap produk pangan lokal mutlak harus dilakukan”.

“Inovasi olahan pangan yang diproduksi Cimory sangat membantu minat konsumen untuk mengkonsumsi produk lokal,” ujarnya.
Prof. Bambang WHEP menambahkan pula pemberian gelar Doctor Honoris Causa (H.C) kepada Bambang Sutantio berdasarkan SK nomor: 316/UN7.A/HK/IX/2023 tanggal 19 September 2023 yang diusulkan oleh Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip dengan mempertimbangkan kontribusi yang diberikan, sehingga memenuhi persayaratan layak memperoleh gelar Honoris Causa (H.C).

Dengan penganugerahan gelar kehormatan tersebut, diharapkan kontribusi yang diberikan di bidang Ilmu Peternakan semakin besar untuk mendukung ketahanan pangan di Indonesia.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *