SIG Optimalkan Fasilitas Pemusnah Bahan Perusak Ozon Pertama di Asia Tenggara

Karyawan melakukan pengecekan flow meter sebelum dilakukan pemusnahan Bahan Perusak Ozon (BPO) di Pabrik Narogong, Jawa Barat.
Karyawan melakukan pengecekan flow meter sebelum dilakukan pemusnahan Bahan Perusak Ozon (BPO) di Pabrik Narogong, Jawa Barat.

JAKARTA – (Awall.id) – Lapisan ozon memainkan peran penting dalam melindungi Bumi dari bahaya radiasi ultraviolet (UV) matahari, terutama UV-B. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, yang dikenal sebagai SIG, berkomitmen untuk mendukung upaya pelestarian ozon dengan mengoptimalkan operasional Fasilitas Pemusnah Bahan Perusak Ozon (BPO) di Narogong, Jawa Barat, yang merupakan fasilitas pertama di Asia Tenggara, hal ini disampaikan oleh Vita Mahreyni, Sekretaris Perusahaan SIG, Jakarta (16/9)

Penemuan lubang ozon di Benua Antartika pada awal 1980-an telah meningkatkan perhatian global dan mendorong tindakan global untuk memulihkan lapisan ozon. Tindakan global ini dikenal sebagai Protokol Montreal, sebuah perjanjian internasional yang bertujuan melindungi lapisan ozon dari zat kimia berbahaya yang merusak seperti CFC (chlorofluorocarbon), yang mengandung unsur klorin, fluorin, dan karbon, dan biasanya digunakan dalam perangkat pendingin udara (AC).

Sebuah panel ilmiah yang didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada awal 2023 melaporkan bahwa lapisan ozon sedang dalam tahap pemulihan, berkat upaya keras selama beberapa dekade dalam menghilangkan bahan kimia perusak ozon. Panel tersebut, yang terdiri dari para ahli internasional, mengumumkan bahwa lapisan ozon diharapkan pulih ke tingkat tahun 1980 (tahun di mana lubang ozon pertama kali diakui secara resmi) pada tahun 2066 di Antartika, 2045 di Kutub Utara, dan 2040 di wilayah lain di dunia.

Adanya lubang ozon dapat mengurangi kemampuan lapisan ozon untuk melindungi dari radiasi UV matahari, yang dapat menyebabkan kanker kulit, kerusakan mata, dan gangguan sistem kekebalan tubuh manusia. Selain itu, radiasi UV juga dapat merusak tanaman dan ekosistem perairan, serta menyebabkan penyakit pada hewan.

“Sebagai perusahaan yang berkomitmen pada keberlanjutan, SIG berupaya berpartisipasi dalam upaya pelestarian ozon sesuai dengan Protokol Montreal dengan mengoperasikan Fasilitas Pemusnah Bahan Perusak Ozon (BPO) sejak tahun 2007, fasilitas ini adalah yang pertama di Asia Tenggara. Fasilitas Pemusnah BPO ini dioperasikan oleh Nathabumi, sebuah unit bisnis SIG yang berlokasi di Narogong, Jawa Barat. Nathabumi menyediakan solusi berkelanjutan untuk pengelolaan limbah dan sampah bagi sektor industri dan pemerintah kota” Ujar Vita

Vita mengungkapkan lebih lanjut bahwa Fasilitas Pemusnah BPO pertama di Asia Tenggara adalah wujud kontribusi dalam upaya pelestarian ozon dan menjaga keberlanjutan kehidupan di Bumi.

“Proses pemusnahan BPO oleh Nathabumi dilakukan dengan teknologi yang aman dan ramah lingkungan, di mana limbah BPO berbentuk cair maupun gas dimusnahkan dalam tanur semen dengan suhu mencapai 1.500 derajat Celsius secara stabil. Fasilitas pemusnahan BPO milik SIG ini telah memiliki izin pengolahan BPO berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. S.88/Menlhk/Setjen/PLB.3/1/2020,” kata Vita.

Sejak tahun 2007 hingga semester I 2023, Nathabumi telah berhasil memusnahkan 103 ton BPO yang dapat merusak lapisan ozon, atau membantu mencegah pelepasan Gas Rumah Kaca ke atmosfer setara dengan 220.914 ton CO2. Jenis BPO yang dimusnahkan meliputi senyawa halon yang banyak digunakan sebagai bahan pemadam kebakaran, refrigeran-CFC/HCFC/HFC dari perangkat pendingin seperti AC dan lemari es, serta SF6 yang biasa digunakan dalam peralatan listrik tegangan tinggi. BPO ini berasal dari berbagai industri, termasuk industri makanan dan minuman, farmasi, kimia, petrokimia, manufaktur, energi, pertambangan, pengelolaan limbah, hingga minyak dan gas.

Lebih lanjut, Vita Mahreyni menyampaikan bahwa selain Fasilitas Pemusnah BPO, Nathabumi juga menyediakan layanan pengelolaan limbah industri yang termasuk dalam kategori B3 maupun Non-B3, pengelolaan sampah perkotaan, analisis dan laboratorium limbah, hingga pengelolaan limbah pengeboran. Sistem pengelolaan limbah dan sampah ini dijalankan dengan pendekatan yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan, dengan menggunakan metode co-processing yang memanfaatkan suhu tinggi dalam tanur semen untuk memusnahkan limbah dan sampah tanpa meninggalkan residu.

Hingga saat ini, Nathabumi telah membantu lebih dari 600 perusahaan di Indonesia dalam mengelola limbah dan sampah, memberikan dampak positif tidak hanya bagi kelestarian alam tetapi juga dalam hal ekonomi.

“Perkembangan industri menuntut pengelolaan limbah dan sampah yang terbaik untuk menjaga alam tetap lestari. SIG berkomitmen untuk memperluas kerja sama dengan berbagai pihak guna mencapai target pembangunan berkelanjutan (SDGs),” ujar Vita Mahreyni.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *