Ditreskrimsus Polda Jateng Ungkap Kasus Penipuan Online

SEMARANG (Awall.id) – Ditreskrimsus Polda Jateng menangkap seorang perempuan berinisial TDR (24) warga cilacap karena melakukan penipuan online dan kredit topengan.

Dirkrimsus Polda Jateng Kombes Pol Dwi Soebagio menyebut awal mula pengungkapan kasus adanya laporan tentang penipuan online jual beli skincare pada (26/9/2023), lalu.

“Mengetahui hal itu, pada bulan Agustus tim berangkat menuju Kabupaten Cilacap untuk melakukan pencarian diduga pelaku dan ditemukan di daerah Maos kidul Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap,” ungkap Kombes Dwi saat rilis kasus di Markas Ditreskrimsus Polda Jateng.

Lebih lenjut ia mengatakan tim di Maos Cilacap melakukan penangkapan dan pemeriksaan saksi-saksi lainnya dan ditemukan fakta-fakta bar bahwa korban penipuan yang di lakukan oleh tersangka berjumlah lebih dari 30 orang, para korban tidak hanya berada di Cilacap, tetapi ada di Kendal, Demak, Purworejo, Ngawi Jawa Timur bahkan para TKW Indonesia yang ada di Taiwan, Singapura dan Malaysia dengan berbagai modus seperti jual beli Skincare, Masker, Lombok, Durian, Jengkol, Pete, Bumbu Pawon.

“Selain penipuan online pelaku juga menyalahgunakan pengajuan Kredit Topengan dengan menggunakan KTP korban di Wilayah Hukum Polda Jawa Tengah sejak tahun 2020 sampai Desember 2022, dengan jumlah korban kurang lebih 200 orang,” tandasnya.

Pelaku menyampaikan kepada korban bahwa KTPya akan digunakan mendaftar bantuan Pra Kerja, tetapi faktanya dibuat untuk mengajukan pinjaman Kredit Topengan tapa agunan dengan pencairan Dana Sebesar Rp 3 – 5 Juta Rupiah/per KTP dengan tandatangan yang dipalsu ole orang suruhan pelaku dengan diberikan imbalan.

“Selanjutnya tersangka diamankan dibawa ke Mako Ditreskrimsus Polda Jateng berikut barang buktinya,” ujarnya.

Mengenai modusnya, ia membeberkan awalnya pelaku memantau kolom komentar berbagai toko online penjual skincare. Ketika ada yang menawar, pelaku langsung ambil langkah dengan menginbox pelanggan dan menawarinya produk.

“Saat ditawari dan kepincut, pelanggan mengirim uang. Namun pelaku tidak mengirimkan barangnya. Dari semua peniupan itu, untuk penipuan skincare pelaku mendapag omzet Rp 250 juta dan dari penipuan kredit mendapat Rp 800 juta,” bebernya

Akibat perilakunya ini, pelaku terancam disangkakan UU ITE Pasal 45A Nomor 19 t

Tahun 2006. Ancaman hukuman 6 tahun penjara. Dan denda Rp 1 Miliar.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *