Gubernur Ganjar Lanjutkan Jambanisasi, Program Penuntasan Problem Buang Air Besar Sembarangan
SEMARANG (Awal.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan, jambanisasi menjadi salah satu program yang juga in line dengan kebijakan untuk penurunan kemiskinan ekstrem.
Hal itu disampaikan Ganjar pada Dialog Membangun Komitmen Menuju Deklarasi Provinsi Jawa Tengah, Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS), di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Rabu (29/3/2023).
“Sekarang datanya cukup, terus kemudian kalau anggaran APBD-nya sudah ada segera dieksekusi. Kalau nggak ya sama seperti penurunan kemiskinan ekstrem, karena ini juga kita masukkan di sana. Kami carikan CSR, Baznas, filantrop, bantuan dari siapapun agar kami bisa mempercepat itu,” ujarnya.
Data Dinkes Jateng mencatat, bantuan stimulan jamban telah dibagikan sejak 2015 hingga saat ini, dengan jumlah totalnya 35 ribu paket jamban. Per paket bantuan itu, terdiri atas semen, kloset, pipa paralon.
Bantuan jambanisasi pada 2022 juga dilakukan, dan sebanyak 7.181 ribu paket jamban gratis untuk warga.
“Kami akan bantu agar masyarakat punya akses jamban, syukur-syukur masing-masing punya sendiri-sendiri dan pengertian akses jamban itu juga kalau ada toilet ya. Ada septitanknya, bukan dibuang ke kali atau ke kolam, itu tidak masuk kategori, agar kami hidupnya jauh lebih sehat,” tandasnya.
Ikut hadir dalam dialog tersebut Direktur Penyehatan Lingkungan Ditjen P2P Kemenkes RI, Anas Maruf.
Anas menyampaikan apresiasi kementeriannya terhadap komitmen Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dalam mendorong Jawa Tengah menuntaskan problem Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
Melalui program jambanisasi, 92 persen desa atau kelurahan di Jateng kini telah bebas dari masalah Buang Air Besar Sembarangan.



















