Satu Abad NU, Mengapresiasi Peran Ulama Terdahulu

Oleh: KH Dr Multazam Ahmad MA

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah

 

SEMARANG (Awal.id) – Satu abad NU ini mengingatkan kita dalam sejarah berdirinya Nadlatul Ulama (NU) dalam kiprahnya sebagai organisasi terbesar yang ada di Indonesia.

Nahdlatu Ulama (NU) adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia yang didirikan oleh ulama dan kiai di Indonesia pada tanggal 31 Januari 1926.

NU didirikan untuk membela adanya praktik Islam tradisional dan melihat permasalahan sosial, ekonomi dan pendidikan yang tidak terarah tujuannya.

Baca Juga:  Jelang Laga Kontra PSS, PSIS Asah Taktikal

Dari permasalahan itu, NU yang didirikan oleh Kiai Haji Hasyim Asy’ari memiliki misi atau tujuan untuk memberlakukan ajaran Islam yang menganut ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah demi terwujudnya tatanan masyarakat yang berkeadilan dengan kemaslahatan umat, dan tercapainya rahmat demi alam semesta.

Ini bentuk keprihatinan para ulama dan kiai terdahulu yang melihat situasi cukup mencekam, terutama praktik-praktik masalah keislaman yang banyak menyimpang.

Baca Juga:  Vaksinasi Kedua Nakes Kota Semarang Capai 68 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Maka hadirnya NU di Indonesia patut kita apresiasi, sekaligus mengapresiasi peran para ulama yang sudah merumuskan termasuk dalam tatanan bagsa dan negara.

Maka NU memiliki platform, bahwa membela tanah air merupakan suatu harga mati. Siapapun yang mengganggu negeri ini, NU akan tampil. Jika ada praktik yang menyimpang aqidah, NU akan memberi suatu kontribusi untuk meluruskan aqidah yang tidak terarah.

Terkait peringatan Satu Abad NU, secara langsung hal ini menjadi momen penting untuk me-refresh dan evaluasi tentang perjalanan selama ini. Dalam kebangkitan satu abad ini juga menjadi peringatan untuk waspada terhadap masuknya faham-faham yang tidak sesuai dalam aqidah Islam.

Baca Juga:  PBNU dan PP Muhammadiyah Tetap Tolak Pemerintah Izinkan Industri Miras

Indonesia merdeka atas izin Allah dan Ikhtiyar para ulama untuk melawan jihad ketidakadilan dan jihad ketidakbaikan yang akan merongrong persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam perjalanan dan perkembangannya, jika ada gangguan yang berindikasi merongrong kewibawaan dan keamanan negara, maka NU akan tampil terdepan. (alan/is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *