Pemkot Semarang Akan Bebaskan Lahan Pembangunan Proyek Penanganan Banjir

SEMARANG (Awal.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan membebaskan lahan untuk berbagai proyek penanganan banjir, seperti pembangunan kolam retensi dan normalisasi sungai.
“ Dibutuhkan lahan seluas 250 ha untuk membangun kolam retensi yang nantinya menjadi tulang punggung pengendalian banjir di wilayah Semarang bagian timur. Nantinya aliran Sungai Babon dan Sringin akan masuk ke situ,” kata Plt Wali Kota Semarang Hevearita G. Rahayu di Semarang,kemarin.
Masih dibutuhkan pembebasan sekitar 11 ha lahan untuk program normalisasi Sungai Plumbon sepanjang 4,8 meter. Pendalian banjir di wilayah barat, dilakukan pembebasan lahan guna pekerjaan Jembatan Sungai Bringin serta jembatan rel KA yang melintas di atasnya.
“Anggaran normalisasi dan peninggian jembatan ada di Kementerian PUPR, Pemkot Semarang tinggal menyediakan lahan agar normalisasi berjalan,” ujarnya
Menurutnya, pelaksanaan pembebasan lahan tersebut membutuhkan dukungan anggaran.Pemkot Semarang telah berkoordinasi dengan DPRD Kota Semarang, lanjut dia, untuk membahas kebutuhan anggaran tersebut.
Berbagai upaya penanganan banjir tersebut, menurut dia, akan didukung oleh Kementerian PUPR, antara lain dengan menambah jumlah pompa air di Sungai Tenggang dan Sringin. Banjir yang terjadi beberapa hari lalu diakibatkan oleh kemampuan pompa air yang tidak sebanding dengan limpahan air hujan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman akan mendorong agar program penanggulangan banjir bisa berjalan baik, seperti kebutuhan anggaran untuk normalisasi Sungai Plumbon sekitar Rp200 miliar.



















