Ketua DPD YGANN Jateng Bakal Bentuk DPC Setiap Daerah
KENDAL (Awal.id) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) YGANN Jateng menggelar Rapat Evaluasi Kerja tahun 2021 – 2022, di Wisata Kampoeng Djowo Sekatul, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jumat (30/12).
Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan laporan kegiatan dari DPD YGANN Jateng selama 2021-2022 yang secara langsung diberikan kepada Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) YGANN Nurfrafyanti Fanny.
Ketua DPD YGANN Jateng Andhang Koeswandriyo mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk laporan kegiatan DPD YGANN Jateng, juga evaluasi kegiatan yang belum dilaksanakan pada tahun 2021 dan 2022.
“Program 2023 adalah melanjutkan program tahun 2022 yang belum diselesaikan. Merupakan program unggulan DPD YGANN Jateng adalah membentuk Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di daerah, untuk saat ini di Jateng sudah terbentuk 15 DPC,” kata Andhang.
Dia mengatakan untuk program dari DPP pada tahun 2023 ini akan mengadakan sosialisasi yang diikuti ketua OSIS se-Indonesia pada Hardiknas mendatang.
“GANN ini merupakan tangan panjang dari BNNP Jateng dalam melakukan pencegahan maupun pemutusan jaringan pengedar obat terlarang jenis narkoba,” ungkap Ketua DPD GANN Jateng Andhang.

Kepala BNNP Jawa Tengah Heru Pranoto melalui Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Susanto menjelaskan, permasalahan kejahatan narkoba menjadi ancaman nyata bagi kelangsungan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurut dia, saat ini Indonesia dalam situasi darurat narkoba. Dari hasil penelitian BNN menunjuk bahwa pravalensi penyalahgunaan narkoba mencapai angka 1,94% atau 3.662.646 jiwa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
“Bahkan menurut data tersebut tidak ada satupun wilayah di Indonesia yang terbebas dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Hal ini akan menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi Negara kita,” tutur Susanto.
Kabid Susanto mengungkapkan, dalam upaya pencegahan pravalensi penyalahgunaan narkoba, khususnya Jawa Tengah, diperlukan tiga pendekatan utama yang harus dijalankan secara sinergis dan seimbang.
“Ketiga pendekatan utama dalam penyalahgunaan Narkoba adalah, pertama soft power yaitu pencegahan, pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi. Kedua, hard power yaitu pemberantasan dan ketiga, yaitu smart power,” tandasnya.
Terpisah Ketua DPP YGANN, Nurfrafyanti Fanny menyampaikan, kegiatan ini merupakan kegiatan akhir tahun yang harus dilakukan oleh masing-masing DPD. Kegiatan ini merupakan penyerahan laporan tahunan kepada DPP.
“DPP sangat mengapresiasi kepada DPD YGANN Jateng karena dalam memberikan laporan sangat cepat. Saya berpesan kepad DPD agar dapat bekerja sesuai ring dari BNN tidak keluar dari aturan BNN,” pungkas Ketum DPP YGANN Fanny. (is)



















