Polisi Periksa 30 Saksi Pembunuhan Iwan Boedi, Salah Satunya Jadi Dukun

Pengacara keluarga Iwan Boedi, Yunantyo Adi Setiawan saat memberikan keterangan di Gedung DPRD Jateng
Pengacara keluarga Iwan Boedi, Yunantyo Adi Setiawan saat memberikan keterangan di Gedung DPRD Jateng

SEMARANG (Awal.id) – Sebanyak 30 orang saksi telah diperiksa polisi terkait kasus pembunuhan Iwan Boedi Paulus, pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang. 

Dari saksi yang telah dimintai keterangan, yang menarik perhatian adalah satu di antaranya merupakan seorang dukun yang berasal dari Kabupaten.

Pengacara keluarga Iwan Boedi, Yunantyo Adi Setiawan mengatakan dukun yang diperiksa itu berkaitan dengan permintaan atau promosi jabatan dari seseorang.

“Dari info yang kami terima, di antara sekian banyak saksi terdapat satu orang saksi yang dianggap orang pintar. Saya tidak tahu lebih tepatnya apakah itu dukun atau paranormal atau spiritual. Intinya ada orang pintar yang diperiksa, terkait masalah jabatan gitu lah,” ungkap Yas sapaan akrabnya saat ditemui di Gedung DPRD Jateng, Senin (31/10).

Baca Juga:  Polisi Ungkap Kasus Pengeroyokan Siswi SMP di Alun-Alun Semarang

Dia menjelaskan, sebelum dibunuh, Iwan Boedi oleh orang tak dikenal hendak dipromosikan sebagai Kepala Bidang (Kabid) II Penetapan Pajak Bapenda Kota Semarang.

Dia menduga ada pihak lain yang iri atas informasi kenaikan jabatan yang bakal diperoleh Iwan Boedi. Kemudian, pihak yang tak terima kenaikan Iwan tersebut berinteraksi dengan orang pintar agar mendapatkan jabatan yang akan diduduki Iwan Boedi.

“Belakangan ada informasi di mana ada pihak lain yang menginginkan jabatan itu, kemudian dia berinteraksi dengan orang pintar ini dan melibatkan pihak lain lagi begitu,” tuturnya.

Baca Juga:  Perkara Korupsi Impor Besi Baja, 5 Orang Diperiksa sebagai Saksi

Yas mengaku saat ini pihak kepolisian masih mendalami hubungan antara pihak yang menginginkan kenaikan jabatan Iwan Boedi dengan pihak lainnya. Menurutnya, pemeriksaan itu untuk menyelidiki apakah ada hubungannya dengan peristiwa dari kematian Iwan Boedi.

“Karena ini masih proses penyelidikan, pendalaman-pendalaman, kami tidak bisa menginformasikan terlalu dalam, karena dikhawatirnya ini mendahului apa yang sedang dikerjakan oleh kepolisian atau khawatirnya mengganggu proses penyelidikan. Informasi yang disampaikan terlalu cepat oleh media dikhawatirkan bisa mengganggu penyelidkan yang dilakukan oleh kepolisian,” tandas Yas. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *