Yosep Parera Ditangkap KPK, Rumah Pancasila Tetap Beroperasi

SEMARANG (Awal.id) – Pasca tertangkapnya pengacara Yosep Parera oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rumah Pancasila tetap beropasional seperti biasanya.

Diketahui, Yosep Pareta terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK terkait dugaan tindak pidana korupsi suap dan pungutan tidak sah dalam pengurusan perkara di Mahkamah Agung pada Kamis (22/9) sore.

Bahkan dilihat dari beberapa sumber, Ia tampak sudah mengenakan rompi orange saat pers rilis di kantor KPK.

Baca Juga:  Jasa Raharja Peduli, Sisihkan Penghasilan untuk Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

Menanggapi hal tersebut, salah seorang pengacara di Rumah Pancasila, Muhammad Amal Lutfiansyah menyebut tidak berada di lokasi saat penangkapan. Namun, dia membenarkan jika Yosep Parera ditangkap di kantornya yang berlokasi di Jalan Semarang Indah, Semarang Barat, namun dia tidak bisa berstatemen banyak.

“Saya belum bisa berkomentar apapun jadi biarkan proses ini mengalir dan berjalan sesuai prosedur. Ya g jelas kita akan hargai juga segala macam yang sudah dilakukan,” beber Amal saat ditemui para awak media di Kantor Rumah Pancasila, Jumat (23/9).

Baca Juga:  Perkara Pencurian Bonsai di Batang, Jampidum Kejagung Setujui 'Restorative Justice'

Ia menyebut, dengan adanya kejadian ini, untuk aktivitas kantor Rumah Pancasila masih berjalan seperti biasa karena masih banyak perkara dari klien yang harus diselesaikan.

“Saat ini kami masih beraktifitas seperti biasa karena masih banyak juga klien dan perkara yang masih kami tangani jadi kami masih aktifitas seperti biasa. Karena pak Yosep sendiri sebagai pimpinan kami sudah meminta kami untuk merunning operasional dari kantor,” bebernya.

Baca Juga:  Asal Sudah Vaksin Kedua, Anak Usia 6-17 Tahun Naik KA Tak Perlu Swab

Sementars, salah seorang satpam di kompleks perumahan tersebut, Dwi Marjuki menambahkan sebelum penangkapan Yosep Parera, dirinya mendapati ada beberapa petugas polisi di beberapa lokasi.

“Memang ada polisi yang datang, mereka berjaga dari sisi kampung sini sama sana. Saat saya tanyai tidak jawab apa-apa, hanya menunggu,” tambahnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *