Peringati Haul ke 520 Ki Ageng Pandanaran, Yayasan Sunan Pandanaran Gelar Kirab Budaya Nusantara

SEMARANG (Awal.id) – Yayasan Sunan Pandanaran menggelar kirab budaya nusantara dan kirab pusaka peninggalan Ki Ageng Pandanaran,  di Jalan Mugas dalam II, Kelurahan Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Sabtu (20/8).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai peringatan Haul Ki Ageng Pandanaran ke 520. Tak hanya itu, tradisi ini juga dilakukan mengganti kain kelambu makam Ki Ageng Pandanaran.

Kirab budaya nusantara dan pusaka peninggalan Ki Ageng Pandanaran dilakukan dengan berjalan kaki yang diikuti 520 peserta kirab.

Dalam arak arakan di antaranya beberapa pusaka, kain kelambu baru untuk mengganti kelambu lama makam Ki Ageng Pandanaran.

Baca Juga:  Perkara Korupsi PT Waskita Beton Precast, 5 Direktur dan Mantan Direktur Diperiksa Kejagung

Peringatan haul ke 520 Ki Ageng Pandanaranidak hanya beberapa pusaka, kain kelambu baru, ada pula gunungan yang berisi buah buahan, sayuran dan jajan pasar yang di usung warga. Perjalanan menuju makam di mulai dari Taman Indonesia Kaya yang berada di Jalan Menteri Supeno.

Sesampainya di makam, pusaka diserahkan oleh Camat Semarang Selatan kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, selanjutnya diserahkan kepada Ketua Yayasan Sunan Pandanaran, H Aris Pandan Setiawan. Lalu dibawa masuk kebagian dalam makam Ki Ageng Pandanaran dengan dilanjutkan dengan berdoa bersama.

Setelah doa bersama, proses pergantian kelambu makam Ki Ageng Pandanaran pun dilakukan. Selain makam Ki Ageng Pandanaran, pengantian kain kelambu makam juga dilakukan pada makam Pangeran Madiyo Pandan alias Maulana Ibnu Abdul Salam, dan Nyai Ageng Sejanila alias Endang sejanila alias Siti Fatimah yang tak lain istri Ki Ageng Pandanaran.

Baca Juga:  Jelang Nataru Kendaraan Masuk Bakal Meningkat, Kepala Terminal Mangkang Semarang Reno: Siap Antisipasi

Ketua Yayasan Sunan Pandanaran, H Aris Pandan Setiawan menjelaskan dalam acara ini diikuti dari para budayawan, lintas agama, komunitas pecinta dan penggiat pariwisata, ormas dan pelajar di Kota Semarang.

“Kirab ini tidak hanya merayakan tradisi, namun melalu tradisi ini diharapkan dapat menjadikan Kota Semarang lebih bersama dan bersatu dalam keragamanan yang ada sekaligus nguri nguri kebudayaan khususnya Kota Semarang,” papar Aris dalam siaran persnya.

Baca Juga:  Jaga Pasokan Oksigen Medis, Pemprov Jateng Utus BUMD dan Maksimalkan CSR

Sementara, Pemerintah Kota Semarang melalui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Wing Wiyarso  menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bagian dari nguri nguri budaya dan diharapkan kedepan bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan.

Acara haul sendiri berlangsung selama 3 hari, mulai Jumat (19/8) hingga Minggu (21/8).

Diketahui, Ki Ageng Pandanaran yang juga sebagai pelopor berdirinya Kota Semarang merupakan Adipati 1 Semarang dan tanggal diangkatnya menjadi Adipati pertama dijadikan hari jadi Kota Semarang. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *