FGD Polda Jateng, M Iqbal: Humas Harus Seperti Supermen, Bisa Menjawab Semua Masalah Kamtibmas

Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy
Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy

UNGARAN (Awal.id) – Bidhumas Polda Jateng menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Humas Polri Sebagai Pusat Literasi Digital Dalam Bidang Kamtibmas” di The Wujil Resort and Convention Center, Ungaran pada Selasa (30/8).

Dalam kegiatan tersebut Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy membuka gelaran itu dan diikuti para pengemban fungsi humas di lingkup mapolda Jateng serta Kasihumas dan anggota di Polres jajaran.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Mbak Devina, penyiar RRI Semarang tersebut, sejumlah narasumber diundang untuk memberikan materi, di antaranya Ki Dalang Mik Semar Rahmulyo Adi Wibowo SH MH, yang sekaligus Anggota DPRD TK II Kota Semarang, Ketua Mafindo Kota Semarang Farid Zamroni SH MH dan Penggiat Medsos dari Kota Solo Niken Setyawati SSos MIkom.

Baca Juga:  Vaksinasi PMK di Jateng Capai 99 Persen, Kementan Tambah Kiriman Dosis Vaksin

Dalam sambutannya, Kabidhumas mengingatkan pentingnya peran humas sebagai sumber literasi digital bagi masyarakat. Informasi digital yang kredibel dan akurat sangat mendukung bagi terciptanya kamtibmas yang kondusif dan menjauhkan masyarakat dari hoax.

“Apalagi saat ini menjelang tahun politik 2023, Polri sebagai pemangku Harkamtibmas harus bisa menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat. Kalau (harkamtibmas) di medsos itulah tugas pokok fungsi humas. Istilahnya sebagai ‘Cooling System’,” terang Kabidhumas.

Dia berharap para pengemban fungsi humas mempunyai data yang baik sehingga mampu menjadi sumber literasi digital dalam memberikan informasi di masyarakat.

Baca Juga:  Gandeng BPJS, Program Vaksinasi untuk Lansia Terus Didorong

“Jadi Humas ini seperti superman, semua (permasalahan) harus bisa dijawab. Tentu dengan dasar dan sumber data yang baik,” ujarnya.

Disebutkan pula sumber data yang dimiliki harus kredibel, karena untuk diberikan pada publik. Sumber informasi, tambahnya bisa diperoleh dari internal maupun eksternal.

“Contohnya, yang ramai di Jateng saat ini apa? Adanya isu judi di dekat Akpol misalnya, berita ini awalnya dari sumber tidak dikenal (anonim). Ini harus bisa dijawab dengan sumber data kredibel yang dimiliki oleh humas. Kita jawab faktanya, setelah dilakukan pengecekan tempat itu sudah tutup sejak 1,5 tahun yang lalu dan saat ini sudah jadi hotel,” jelasnya.

Baca Juga:  Ribuan Warga Jabar Lepas Jenazah Eril ke Pemakaman Cimaung

Melalui contoh seperti itu, diharapkan pula melalui literasi digital yang dimiliki humas Humas dapat mencegah masyarakat menerima informasi yang tidak benar (hoax), sehingga Sitkamtibmas tetap terjaga.

“Hal-hal seperti ini yang mungkin akan kita alami menginjak tahun politik 2023. Jadi penguasaan literasi digital ini harus dipahami oleh seluruh anggota di jajaran sehingga kita siap untuk menjaga kondusifitas di wilayah terutama di media sosial,” tegasnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *