Tingkatkan Potensi Pertanian, Ferry Apreasiasi Kiprah Kalangan Akademisi Cetak Petani Milenial

Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono
Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono

SEMARANG (Awal.id) – Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono menyambut baik program Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menggandeng sejumlah pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Blora, untuk meningkatkan potensi pertaniannya.

Dengan hadirnya para intelektual pertanian dan program penerapan ilmu di lapangan, akan membuat petani memiliki kemampuan yang lebih untuk meningkatkan produk pertanian dengan bekal yang diperoleh dari mahasiswa maupun dosen di bidang pertanian.

“Saya sambut gembira adanya kerja sama IPB dan Kabupaten Blora untuk meningkatkan potensi di salah satu wilayah di Jawa Tengah,” kata Ferry  panggilan akrab Ferry Wawan Cahyono, di Semarang, Senin (25/7).

Politikus asal Parta Golongan Karya Jateng ini mengakui para petani Jateng sangat membutuhkan bantuan dari para ahli di bidang pertanian, khusus untuk melakukan disversifikasi usaha pertanian.

Baca Juga:  Diselimuti Awan Mendung, Merapi Luncurkan 6 Kali Guguran Lava Pijar

Dengan melakukan disversifikasi pertanian, lanjut dia, petani bisa memperbanyak kegiatan pertanian, misalnya selain bertani, mereka bisa juga berternak ayam dan beternak ikan.

“Sedang untuk memperbanyak jenis tanaman, petani bisa menanam jagung atau tanaman lain, selain menanam padi,” paparnya.

Menurut Ferry, usaha penganekaragaman jenis usaha atau tanaman pertanian dimaksudkan untuk menghindari ketergantungan pada salah satu pertanian. Terbatasnya pemanfaatan lahan produktif untuk pertanian merupakan salah satu penyebab diberlakukannya diversifikasi pertanian.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar mengunjungi petani millenial di Desa Kopeng, Kabupaten Semarang. (Foto: Istimewa)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar mengunjungi petani millenial di Desa Kopeng, Kabupaten Semarang. (Foto: Istimewa)

Contoh yang mudah yang kini sudah membumi di kalangan petani adalah berkebun secara hidroponik dan tanpa pupuk kimia. Kendati terlihat sederhana, namun cara bercocok tanam model ini sangat gampang dan tidak ribet, karena petani tidak membutuhkan lahan yang luas dan keuntungan yang didapat pun sangat menjanjikan.

Baca Juga:  Tol Pelabuhan Merak Mulai Dipadati Pemudik Tujuan Sumatera

“Petani tinggal belajar bagaimana cara bercocok tanam model hidroponik. Cara ini juga cocok untuk menambah berbagai jenis sayuran. Dan, yang lebih penting tidak membutuhkan lahan yang luas, bahkan di pekarangan rumah pun kita bisa bercocok tanam dengan model hidroponik,” ujarnya.

Swasembaga Pangan

Menurut Ferry, tantangan terbesar semua negara-negara saat ini adalah masalah pangan. Suatu negara dituntut bisa melakukan swasembaga pangan, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan bagi rakyatnya.

Untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, lanjutnya, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk menciptakan teknologi tetap guna agar mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk pertaniannya.

Baca Juga:  UMP Jateng 2023 Naik 8,01 Persen

Ferry menambahkan upaya swasembaga pangan bisa dilakukan apabila, para petani yang disokong pemerintahannya, mampu menguasai dan mengembangkan inovasi teknologi pertanian. Faktor ini merupakan salah satu syara penting, guna meningkatkan produksi dan menyejahterakan para petani.

“Bicara soal pertanian pasti langsung menyangkut aspek dasar penghidupan masyarakat agar maju dan rumah tangganya sejahtera. Pertanian merupakan sebuah solusi, harapan dan kebutuhan pangan masyarakat. Tugas pemenuhi pangan ini tidak hanya tugas pemerintah, tapi melibatkan semua pihak,” katanya.

Ferry berharap kemajuan di bidang pertanian bisa menjadi sebuah gerakan Bersama untuk membangun kebutuhan bangsa. Ketersediaan pangan menjadi kebutuhan masyarakat luas, sehingga semua pihak perlu saling menyadarkan semua orang tentang arti memiliki, sehingga masalah ketahanan pangan menjadi pimikiran kita bersama. (adv/anf)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *