Tekan Peredaran Rokok Ilegal, Pemkot Semarang Luncurkan Video Sosialisasi DBHCT

SEMARANG (Awal.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membeli rokok ilegal, atau rokok yang tidak berpita cukai. 

Salah satunya dengan meluncurkan video sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) berdurasi 5 menit yang terdiri dari 3 video dengan judul “Gaya Milenial, Rokoknya Kok Ilegal”, “Udute Anteng Pembangunan Mateng”, dan “Bukannya Untung Malah Buntung”.

Ketiga video itu sendiri saat ini dapat disaksikan pada berbagai kanal media sosial milik Pemerintah Kota Semarang seperti Youtube Semarang Pemkot.

Baca Juga:  Gugat Penetapan Upah Minimum, KSPI Jateng: Tunggu Itikad Baik Gubernur Ganjar 

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kota Semarang, Iswar Aminuddin mewakili Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan komitmen untuk menekan peredaran rokok ilegal.

Ia bahkan menyebut adanya harapan ke depan terkait penguatan penegakan hukum terkait peredaran dan konsumsi rokok ilegal.

“Salah satu komitmen dalam menekan peredaran rokok ilegal di kota ini yakni meluncurkan video sosialisasi yang berkaitan dengan DBHCT dengan sudut pandang penegakan hukum,” kata Iswar dalam siaran persnya, Minggu (24/7).

Baca Juga:  Polrestabes Semarang Tangkap Pelaku Penipuan Lewat Aplikasi Tantan

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kota Semarang, Soenarto menjelaskan bahwa penyebarluasan video sosialisasi akan dimaksimalkan melalui sejumlah sarana media informasi yang dimiliki oleh Diskominfo Kota Semarang.

Pihaknya berharap pesan yang ada dalam video sosialisasi tersebut bisa sampai kepada masyarakat dengan masifnya penyebarluasan informasi yang dilakukan.

“Kami meluncurkan 3 video berdurasi 5 menit yang akan ditayangkan pada beberapa titik videotron milik Pemkot serta media sosial Pemerintah Kota Semarang,” tutur Soenarto. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *