Ferry Dorong Pemerintah Realiasikan Pembangunan Pelabuhan Niaga Kendal

SEMARANG (Awal.id) – Pembangunan Kawasan Industri Kendal (KIK) terbukti mampu memberikan kontribusi positif bagi peningkatan nilai investasi di Kabupaten Kendal, bahkan Indonesia. Sejumlah investor kini mulai melirik untuk berinvestasi di Kendal, menyusul berbagai kebijakan dan kemudahan yang diberikan pemerintah pusat kepada calon investor yang ingin mengembangkan usaha mereka di Indonesia.
Namun, geliat yang besar para investor asing untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Kendal masih perlu disokong dengan ada fasilitas lain, yakni Pelabuhan Niaga Kendal. Masalahnya, barang-barang yang diproduksi-perusahaan perusahaan di KIK sebagian besar memproduksi barang-barang ekspor, sehingga memerlukan pelabuhan khusus yang bisa mengirimkan komoditas ekspor secara cepat atau tidak bertele-tele.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat mengunjungi Kawasan Industri Kendal, Sabtu (23/7), mengaku puas atas nilai investasi yang masuk ke kawasan industri ini. Menurut Airlangga, KIK mampu menyedot investasi senilai Rp 27 triliun. KIK juga mampu merekrut 17.000 pekerja, sehingga keberadaan kawasan industri ikut membantu pemerintah dalam memerangi angka pengangguran. Untuk itu, pemerintah pusat menetapkan Kendal sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Wakil Ketua DPRD Ferry Wawan Cahyono mendukung penuh upaya pemerintah, baik pusat, provinsi maupun pemerintah daerah untuk menjadikan Kendal sebagai salah satu daerah yang menjadi basis pengembangan investasi di Indonesia.
Ferry sependapat perlunya percepatan realisasi pembangunan Pelabuhan Niaga Kendal, mengingat sejumlah investor asing semakin meminati untuk menanamkan modalnya di Jawa Tengah.
“Saya ikut mendorong agar pemerintah segera merealisasikan Pembangunan Niaga Kendal. Melihat nilai investasinya yang masuk ke KIK sebesar Rp 27 triliun, rasa-rasanya pembangunan Pelabuhan Niaga Kendal menjadi suatu keharusan untuk segera direalisasikan di Kendal,” papar Ferry, di Semarang, Selasa (27/7).
Politikus Jateng asal Partai Golongan Karya (Golkar) ini menjelaskan Pemerintah Provinsi Jateng saat ini terus melakukan komunikasi secara intens dengan pemerintah pusat agar Pelabuhan Niaga Kendal segera terwujud.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat mengunjungi Kawasan Industri Kendal (KIK).
“Informasi dari Pak Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan program pembangunan Pelabuhan Niaga Kendal tinggal menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Kita tunggu saja, keputusan dari pemerintah. Saya yakin, pemerintah segera mengabulkan permintaan Jateng untuk membangun Pelabuhan Niaga Kendal,” ujarnya.
Ketua DPD MKGR Jateng ini optimistis keberadaan Pelabuhan Niaga Kendal ini akan membawa dampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat Kendal, Jawa Tengah dan Indonesia pada umumnya.
Saat ini saja, lanjutnya, KIK yang baru ditempati beberapa perusahaan industri saja mampu memberikan kontribusi investasi sebesar Rp 27 triliun. Sumbangan pendapatan bagi pemerintah daerah maupun nasional ini dipastikan akan meningkat tajam, karena sejumlah penghuni KIK merupakan perusahaan/industri yang berorientasi ekspor.
“Sekarang baru Masterkidz, perusahaan yang memproduksi mainan edukasi dari kayu dan PT Borins, perusahaan yang memproduksi peralatan rumah tangga yang mampu mengekspor 90 produksi ke Amerika Serikat. Bayangkan, kalau KIK dihuni perusahaan yang berorientasi ekspor semua, berapa pendapatan yang bisa diperoleh Kabupaten Kendal maupun Indonesia dari sektor usaha ini?,” paparnya.
Di sisi lain, legislator asal daerah pemilihan Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Kebumen ini, keberadaan KIK dan Pelabuhan Niaga Kendal nanti mengentaskan angka pengangguran dan jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah.
“KIK yang menempati lahan seluas 2.700 hektare diprogram sebagai kawasan industri terpadu yang didukung oleh pengembangan zona industri, pelabuhan, fashion city, dan permukiman. KIK juga didorong sebagai kawasan industri padat karya berorientasi ekspor,” paparnya.
Menyadari besar kontribusi yang bakal diraih Kabupaten Kendal maupun Pemprov Jateng dari pembangunan Pelabuhan Niaga Kendal beserta KIK-nya, Ferry mengajak semua komponen masyarakat untuk mengawal bersama agar realisasi proyek nasional itu bisa membawa kemajuan dan kemakmuran masyarakat Indonesia. (adv/anf)



















