Bale Rantjah Park Boyolali, Resto dan Hamparan Pantai Buatan di Tengah Permukiman

BOYOLALI (Awal.id) – Bicara tempat wisata di Kabupaten Boyolali, pikiran kita pasti langsung tertuju pada destinasi di lereng pegunungan, waduk, umbul, atau sekadar wisata kulineran biasa.
Padahal saat ini, Boyolali juga punya destinasi wisata bernuansa pantai. Namanya Bale Rantjah Park. Tempat wisata baru ini melengkapi wisata yang sudah familiar sebelumnya, seperti Umbul Tirtomulyo serta wisata pegunungan di Lereng Merbabu yang hawanya memang terkenal sejuk.
Bale Rantjah Park adalah sebuah pantai buatan, yang dirancang dengan konsep serta suasana seperti pantai terkenal di Bali. Nuansanya seakan sebelas dua belas dengan pantai yang ada di Pulau Dewata.
Bale Rantjah Park berlokasi di Desa Gombang, Kecamatan Sawit. Objek wisata ini sempat viral beberapa waktu lalu karena menyuguhkan “pantai” di dekat sawah dan letaknya berada di tengah-tengah pemukiman penduduk.
Untuk pengunjung berkendara, lokasi pantai buatan di Bale Rantjah Park bisa ditempuh hanya sekitar 10 menit dari Jalan Solo-Semarang. Terdapat tiga kolam ala pantai di Bale Rantjah dilengkapi pulau buatan serta pohon kelapa. Sedangkan di sebelah selatan pantai buatan tersebut terdapat hamparan sawah.

Pantai dan Resto
Dengan wahana bersuasana pantai dan restoran yang menyediakan beragam menu, Bale Rantjah Park selalu ramai didatangi pengunjung sejak dibuka pada Oktober 2021 lalu. Tempat piknik itu buka setiap hari dengan jam operasional dari pagi hingga sore hari.
Untuk hari Senin hingga Kamis, pantai buatan di Bale Rantjah Boyolali buka pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB. Kemudian Jumat buka pukul 10.00 WIB hingga 18.00 WIB, sedangkan pada Sabtu, Minggu serta hari libur buka mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Pemilih Bale Rantjah Park Boyolali ini adalah seorang wanita asal Solo, Eva Riani. Untuk saat ini, ia sengaja membuka tempat wisatanya dengan pengunjung terbatas.
“ Kami batasi hanya 500 orang, karena regulasi dari pemerintah untuk tempat wisata masih membatasi pengunjung. Ya 50 persen dari 1.000,” katanya.
Eva juga menjelaskan, tempat parkir yang belum sempurna menjadi salah satu alasan dibatasinya kuota pengunjung. Apalagi tempat wisata miliknya juga berlokasi di tengah permukiman penduduk.
“Kuotanya sebenarnya 2.000, tapi mengingat kami berlokasi di tengah rumah warga dan parkiran kami juga belum memungkinkan. Kalau terlalu penuh nanti juga kurang nyaman,” tuturnya.

Pengunjung Membeludak
Ketika pertama kali Bale Rantjah Park dibuka, jumlah pengunjung sempat membludak dan viral di media sosial. Padahal pemilik merasa belum siap 100 persen, tetapi antusias masyarakat ternyata di luar perkiraan.
Untuk mengatasi suasana itu, dengan terpaksa untuk sementara waktu pemilik menaikkan harga tiket masuk menjadi Rp20.000 per orang di hari biasa, dan Rp30.000 per orang untuk weekend dan hari libur.
Tetapi khusus bagi rombongan yang ingin berwisata di Bale Rantjah ada harga tersendiri. Caranya dengan reservasi atau memesan lebih dulu lewat nomor WhatsApp yang terdapat di akun Instagram @balerantjahpark.
“Dulu tiketnya sempat lebih murah, tapi pengunjungnya membeludak. Nah, salah satu strategi untuk tidak membeludak ya dengan dinaikkan seperti sekarang. Ini sudah saya naikkan saja masih ramai. Bayangkan kalau tiketnya dibuat sama dengan taman wisata yang lain,” jelasnya.
Untuk urusan destinasi wisata, Bale Rantjah Park memang sesuatu yang baru. Bayangkan, sebuah wahana air dengan pemandangan sawah. Layaknya sebuah pantai di tengah sawah. Padahal biasanya hamparan pantai biasanya ada di daerah pesisir. Tapi Bale Rantjah Park menyuguhkan hamparan pantai di tengah sawah dengan mata air yang mengalir terus. (adv)



















