Pelaku Pembunuhan Penjaga Malam Eks Jonas Photo Jalani Rekonstruksi

Tim Inafis dan Tim Subdit Unit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng ddidampingi jajaran Polsek Gajahmungkur melakukan rekonstruksi kejadian terkait kasus pembunuhan terhadap korban bernama Supriyono, seorang penjaga malam di toko kamera Fofus Nusantara Eks Jonas Photo, Jalan Diponegoro No.45, Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang, Kamis (14/4).

SEMARANG (Awal.id) – Tim Inafis dan Tim Subdit Unit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng ddidampingi jajaran Polsek Gajahmungkur melakukan rekonstruksi kejadian terkait kasus pembunuhan terhadap korban bernama Supriyono, seorang penjaga malam di toko kamera Fofus Nusantara Eks Jonas Photo, Jalan Diponegoro No.45, Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang, Kamis (14/4).

Diketahui dalam kasus tersebut, Pelaki pembunuhan bernama Rismantoro (24) menjalani 29 adegan mulai dari pelaku berangkat dari kebumen atau tempat tinggalnya hingga menjalankan aksi kejahatannya yaitu perampokan dan pembunuhan sampai kabur dari lokasi kejadian.

Baca Juga:  Solo, Salatiga dan Magelang Ajukan Tuan Rumah Porprov XVII

Kanit Resmob Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng Kompol Ongkoseno G Sukahar menjelaskan dalam reka ulang kali ini setidaknya dilakukan 29 adegan, mulai dari pelaku browsing mencari sasaran toko kamera, datang dari Kebumen, kemah di Gunungpati, mendatangi TKP, membunuh dan mencuri kamera di toko.

Pihaknya menjelaskan adanya rekonstruksi ini dimaksudkan untuk memperjelas kasus kejahatan yang dilakukan pelaku untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

Dalam rekonstruksi ini, sambungnya, kepolisian tidak menemukan fakta-fakta baru dan barang bukti baru terkait pencurian dan pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku.

“Di rekonstruksi ini tidak ada barang bukti baru. Barang bukti alhamdulillah sudah kita dapatkan semua dari awal penyelidikan yang kita laksanakan bersama dengan Polsek Gajahmungkur dan Polrestabes Semarang,” ungkap Ongkoseno.

Baca Juga:  Rayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, Artotel Gajahmada Semarang Gelar Promo Tema ”NasionalIsMe”

Menurut Ongkoseno pelaku memang sudah merencanakan aksi pencurian kamera di tempat korban bekerja. Hal itu diketahui setelah penyelidikan dari kepolisian, pelaku memiliki background tentang multimedia atau kamera.

“Karena pada saat tersangka ini survey di lokasi kedapatan dengan satpam sehingga muncul kekhawatiran dan ketakutan tersangka yang bisa menggagalkan daripada niatnya akhirnya pelaku membunuh korban,” paparnya.

Sementara dari pihak keluarga korban yang juga hadir dalam rekonrtruksi tersebur, Istri korban bernama Puji Rahayu, yang melihat dari jauh reka adegan ini tak bisa menyembunyikan kesedihan.

Baca Juga:  Ribuan Suporter Sambut Kepulangan Laskar Mahesa Jenar

Ia terlihat meneteskan air mata saat melihat tersangka digelandang ke TKP untuk memperagakan adegan demi adegan. Ia pun berharap agar pelaku dihukum yang setimpal.

“Saya minta pelaku dihukum seberat beratnya, proses hukum biar aparat penegak hukum yang menangani. Kalau bisa ya hukuman mati, karena dia sudah tega menghabisi nyawa suami saya,” ungkap Puji Rahayu sambil meneteskan air mata. (Cip)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *