Lebaran 2022, 100 Juta Orang Diperkirakan akan Pulang Kampung
JAKARTA (Awal.id) – Sebanyak 100 juta orang diperkirakan akan melakukan mudik Lebaran 2022. Tingginya angka pemudik di masa pandemi ini terkait dengan diizinkan masyarakat untuk melakukan tradisi mudik atau pulang kampung pada Lebaran tahun ini.
“Kami perkirakan 100 juta orang akan mudik pada Lebaran 2022 ini,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, di Jakarta, Selasa (29/3).
Berdasarkan survei Kementrian Perhubunga, menurut Muhadjir, kebijakan penghapusan aturan tes antigen/PCR dalam bepergian berpotensi terhadap peningkatan arus mudik Lebaran yang cukup tinggi, yakni hingga 55 juta pelaku perjalanan.
Sementara jika tanpa syarat atau cukup dengan vaksin dosis kedua, diperkirakan akan ada 79 juta warga yang melakukan perjalanan mudik.
“Kalau ada kemudahan lain, misal ada mudik bersama, peluangnya mendekati 100 juta (pemudik). Maka dari itu, jika kita betul-betul menyiapkan ibadah Ramadan dengan baik, otomatis kelambatan ekonomi kemarin akan bisa ditebus pada masa Lebaran ini,” kata Muhadjir.
Untuk mengatur dan mengantisipasi kegiatan masyarakat selama Ramadan, kata Muhadjir, pemerintah telah mengatur sejumlah pengaturan kegiatan dan kapasitas ibadah selama bulan Ramadan yang tertuang dalam SE Menag No 4 Tahun 2022 dan Imendagri No 8 Tahun 2022 serta pengaturan pergerakan masyarakat dalam SE Menhub No 21 Tahun 2022.
“Kegiatan tarawih, buka puasa, takbiran menyesuaikan ketentuan kapasitas tempat ibadah, yakni PPKM level 3 maksimal 50 persen, PPKM level 2 maksimal 75 persen, dan PPKM level 1 maksimal 75 persen. Sementara untuk pelaku perjalanan dalam negeri yang telah mendapatkan vaksin kedua atau ketiga (booster), tidak perlu menunjukkan hasil swab antigen dan PCR,” ujar Muhadjir.
Dia optimistis ibadah Ramadan dapat dilaksanakan lebih khidmat dan leluasa karena situasi pandemi Covid-19 mulai melandai. (*)



















