Lapas Terbuka Kendal Panen Perdana Bawang Merah

KENDAL (Awal.id) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Kendal, melaksanakan panen perdana Bawang Merah, Kamis (31/3/2022).

Panen perdana yang dipimpin langsung oleh Kalapas Terbuka Kendal, Rusdedy tersebut menghasilkan Bawang Merah mencapai 3,5 ton.

“Nantinya hasil panen ini sebagian besar akan dijual dan sisanya dibuat bibit baru untuk penanaman selanjutnya,” jelas Rusdedy.

Dikatakanya, bawang merah itu ditanam di lahan Lapas Terbuka IIB Kendal dengan luas kurang dari setengah hektare.

“Dari masa tanam hingga panen, keseluruhan dilakukan oleh warga binaan di Lapas Terbuka. Nanti lahan di samping kandang ayam juga akan ditanami bawang merah,” katanya.

Rusdedy menegaskan, pihaknya akan terus memberikan pembinaan dan perhatian kepada para warga binaan agar tetap produktif.

Sebelumnya, para warga binaannya telah berhasil melakukan panen terong, jagung, dan beberapa tanaman lainnya.

“Memang sebagian besar, kegiatan warga binaan di lapas terbuka Kendal ini cenderung ke bidang keagamaan. Namun mereka juga perlu mendapatkan hal-hal yang bermanfaat untuk bekal mereka saat kembali ke masyarkat. Salah satunya dengan bertani seperti ini,” ungkap Rusdedy.

Para warga binaan terlihat semangat dan gembira. Mereka tidak menyangka jika jerih payahnya bertani bawang merah, bisa membuahkan hasil yang maksimal.

“Bawang merah ini dipanen pada umur 57 hari. Dari masa tanam hingga panen semuanya dilakukan para warga binaan laps terbuka ini. Hasil panennya sekitar 3,5 ton,” terang Widodo Gapoktan Kecamatan Patebon.

Dijelaskan, biaya produksi untuk penanaman bibit bawang merah ini mencapai Rp 27 juta.

“Sedangkan pihak Gapoktan hanya memberikan arahan terkait tata cara menanam, memberi obat, pupuk, dan merawat tanaman bawang merah,” jelas Widodo.

Menurutnya, hasil panen perdana bawang merah oleh warga binaan Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal terbilang bagus.

“Hasil yang bagus. Karena dari bibit satu ton, bisa menghasilkan 3,5 ton di masa panen,” pungkas Widodo. (*)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *