Polisi Bagikan Ratusan Sembako untuk Warga Wadas, Kapolda Polda Jateng : Tak Ada Warga Diintimidasi

PURWOREJO (Awal.id) – Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi melalui Kabidhumas Kombes Pol Iqbal Alqudusy mengatakan terkait kejadian di Wadas saat ini proses yang dijalani adalah pengukuran lahan, bukan meminta persetujuan warga terhadap proyek Bendungan Bener.

Pihaknya menjelaskan adanya isu tentang warga yang dipaksa aparat untuk menandatangani persetujuan tambang, dibantah tegas oleh Polda Jateng.

“Yang jelas tidak ada intimidasi kepada warga untuk dimintai persetujuan atas proyek bendungan Bener. Proyek bendungan Bener saat ini sudah berjalan. Wilayah Wadas merupakan area yang digunakan untuk pengambilan bahan andesit. Jadi tak ada warga yang dipaksa untuk menyetujui proyek bendungan,” papar Iqbal dalam keterangannya, Kamis (10/2) sore.

Baca Juga:  September Ceria di Tengah Pandemi, Bertabur Promo Bersama Biskuit Kokola

Iqbal menjelaskan bahwa Ia langsung melakukan pengecekan kepada anggota yang bertugas di lapangan. Aksi aparat gabungan di lapangan, saat ini adalah mencoba mendinginkan situasi serta mendampingi tim BPN Kabupaten Purworejo yang tengah mengukur lahan warga untuk dibebaskan.

“Setelah dilakukan pengecekan, memang tidak ada intimidasi. Silahkan dikrosecek pada kepala desa atau Camat. Saya yakin jawabannya akan sama. Tak hanya itu, aparat yang bertugas disana juga membagikan ratusan paket bansos berupa sembako untuk warga. Hal tersebut dilakukan semata-mata karena kita juga bagian dari mereka. Kami amat berempati terhadap masyarakat disana,” ungkap Iqbal.

Baca Juga:  Mendagri Terbitkan Peraturan PPKM Level 4

Menurut Iqbal, warga Wadas saat ini sudah banyak yang menyetujui pembebasan lahannya guna keperluan penambangan andesit. Dalam proses terakhir pengukuran lahan, diketahui sudah hampir 90 persen.

“Proses pengukuran terakhir sudah 90%, sedangkan hambatan utama yang ada di lapangan adalah pemilik lahan banyak yang tinggal di luar kota, bahkan ada yang luar pulau,” ujar Iqbal.

Iqbal menambahkan sejauh ini warga pemilik lahan tidak merasakan teror atau tekanan aparat. Bahkan mereka minta pengukuran lahan yang dilakukan BPN, didampingi oleh tim gabungan.

Baca Juga:  Pengguna Jalan Harus Hati-hati, Jalan Pantura Pekalongan Penuh Lubang

Terakhir, sambung Iqbal, memang terdapat warga pro dan kontra terkait pembebasan lahan di Wadas. Namun dia memastikan tak ada pemaksaan aparat agar warga menyetujui pembangunan proyek Bendungan Bener atau pembebasan lahan.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk bijak memilih dan memilah informasi yang beredar terutama di media sosial, terutama untuk masalah pembangunan bendungan Bener dan permasalahan di Wadas,” tutup Iqbal. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *