Konferensi IAWP dengan Konsep Hybrid, Indonesia Catatkan Sejarah Jadi Tuan Rumah Pertama di Negara Asia

SEMARANG (Awal.id) –  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka The 58 Th International Association Of Women Police (IAWP) Training Conference di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (7/11). Indonesia menjadi negara Asia pertama yang menjadi tuan rumah kegiatan tersebut sejak 1958.

Dalam sambutannya, Sigit membahas soal kesetaraan gender di kepolisian. Di mana terdapat stereotip bahwa polisi dianggap sebagai pekerjaan bagi kaum pria. Namun, Ia menekankan saat ini Polri telah memberikan ruang kepada para Polisi Wanita (Polwan) untuk mendapatkan hak kesetaraan gender.

Konferensi ini dianggap sebagai konferensi IAWP dengan konsep hybrid pertama dalam sejarah IAWP, sehingga dapat dihadiri oleh peserta melalui platform online maupun offline.

Baca Juga:  Wamen BUMN Cek Langsung Kesiapan SPKLU PLN Layani Kebutuhan Nataru

Selain menggelar konferensi IAWP, dalam kegiatan tersebut sekaligus melakukan peninjauan kegiatan vaksinasi masal di kota Manggarai Barat Bersama dengan Panglima TNI.

Selanjutnya, program terpenting dari konferensi ini yaitu Training Sessions dimana terdapat 6 keynote meliputi Mendagri, Under-Secretary-General for Peace Operations  dan 4 diantaranya adalah inspiring female leader dari tanah air seperti Menkeu, Menlu, Wamenparekraf, dan Wakapolda Kalimantan Tengah. Selain itu terdapat 65 pembicara yang akan berbagi keahlian, pengetahuan, pengalaman dan best practice untuk meningkatkan dan mencerahkan.

Baca Juga:  Penduduk Besar tapi Vaksinasi Rendah, Grobogan Jadi Perhatian Serius

Adapun tema yang di angkat dalam konferensi IAWP tahun ini adalah “Women at the center stage of policing” dengan 5 (lima) sub-thema meliputi Women, Peace and Security; Women and Leadership; Police Women and Their Challenges; The Role of Women in Policing; Science, Technology and Policing Current Issues on Transnational Crimes.

Konferensi ini dihadiri oleh 691 peserta offline dan online dari 38 negara seperti Asia, Australia, Eropa, Amerika, Afrika dan Timur Tengah serta 8 organisasi internasional seperti INTERPOL, ASEANAPOL, GCCPOL, UNODC, ICRC, UN Women, UNDPO dan JCLEC , dengan rincian 245 peserta offline dan 446 peserta online.

Selain itu, peserta Indonesia terdiri dari perwakilan dari masing-masing Polda dan Satuan di Mabes. Perwakilan ini juga berasal dari berbagai tingkat pangkat dan bidang pekerjaan. Mereka diharapkan menjadi pemimpin masa depan dan memimpin organisasi ini dengan pengetahuan, pengalaman, dan keahlian yang memuaskan serta memiliki jaringan yang lebih luas dengan aparat penegak hukum lainnya dari seluruh dunia.

Baca Juga:  Kejagung Periksa 3 Saksi, Terkait Dugaan Korupsi Pengelolaan Dana Investasi di PT Asuransi Jiwa Taspen

Informasi lebih lanjut dapat di cek melalui website www.iawp2020indonesia.org. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *