Lapas Terbuka Kelas II B Kendal Launching Aplikasi E-Rupam
KENDAL (Awal.id) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas II B Kendal meresmikan Sarana Pelayanan publik, Sistim Pertanian Terpadu Industri Pakan Ternak dan Aplikasi E- Rupam serta peletakan batu pertama pembangunan industri kompos dan biodigester, Senin (18/10).
Hadir pada acara ini, Kepala Kemenkumham Kantor Wilayah Jawa Tengah (Jateng), Yus Pahruddin, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas II B Kendal, Rusdedy, beserta anggota Kelompok Tani Desa Wonosari, anggota Pinsar Kendal dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Kepala Kemenkumham Kantor Wilayah Jateng, Yus Pahruddin menjelaskan kegiatan ini dalam rangka Wilayah Bebas Korupsi (WBK), Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kepala Lapas Terbuka Kelas II B Kendal telah membuat aplikasi E-Rupam.
“Apliksi ini di-launching, untuk memudahkan perkerjaan sehari- hari seorang Kalapas. Dengan adanya aplikasi E-Rupam ini, Kalapas tidak harus menandatangani buku jaga lagi secara manual, tapi di manapun berada, seorang Kalapas bisa menggunakan aplikasi ini dan bisa membaca seluruh kegiatan atau laporan yang ada pada saat itu atau hari itu juga,” ungkap Yus Pahruddin.
Yus Pahruddin mengaku, hasil pertanian yang ada di Lapas Kelas II B Kendal ini berhasil bahkan sampai limbahnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian, karena Lapas Kendal bisa mengelola kompos sendiri.

“Semua kebutuhan yang ada dicukupi oleh Lapas sendiri dan tidak harus membeli material dari luar karena limbah yang ada diolah lagi untuk kebutuhan sendiri,” kata Yus Pahruddin.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas II B Kendal, Rusdedy menjelaskan, dengan adanya industri kompos dan biodigester ini, tentu bisa menghemat pengeluaran sehingga anggaran Lapas bisa digunakan untuk kebutuhan lain.
Dikatakannya, warga binaan yang ada di Lapas Kelas II B Kendal sebanyak 27 orang. Mereka ditempatkan di bagian yang sesuai dengan bakat minat dan potensinya.
“Setelah masuk di kita anak itu kita gali dulu potensinya seperti apa. Nanti kita tempatkan sesuai bakat dan minatnya,” tegas Rusdedy.
Sarana yang di bangun ini untuk menampung lebih banyak warga binaan agar mereka bisa memilih usaha yang sesuai dengan bakat dan minat.
“Jadi mereka datang ke sini, kami sediakan sarananya. Mereka tidak perlu masuk ke dalam Lapas lagi yang jauh, cukup di depan saja. Dan kami wajib melayani dengan sebaik- baiknya,”pungkasnya. (is)



















