Menteri Airlangga Ternyata Masih Keturunan Anak Cucu Kyai Ageng Gribig

KLATEN (Awal.id) – Tradisi Grebeg Apem Yaaqowiyyu Kyai Ageng Gribig di Jatinom Klaten, yang digelar setiap bulan Safar, biasanya berlangsung sangat meriah. Namun kali ini, tradisi yang sudah ada sejak 400 tahun silam itu, berlangsung sederhana.
Tahun ini, tradisi pembagian apem yang sudah turun temurun itu berlangsung Jumat (24/9) yang dipimpin Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Menko Perekonomian. Acara dimulai dengan sebelumnya shalat Jumat berjamaah.
Yang menarik, mungkin tidak banyak tang tahu bahwa Menko Perekonomian Airlangga ternyata masih keturunan anak cucu Kyai Ageng Gribig.
Menteri yang juga Ketua Umum Partai Golkar itu membenarkan, tradisi Yaa Qowiyyu merupakan tradisi bagi-bagi apem yang dilakukan sejak Kyai Ageng Gribig dan sudah dilakukan lebih dari 400 tahun.
“Simbah ini memberikan pengajaran tentang konsep berbagi. Selain itu, simbah Gribig juga menciptakan kegiatan ekonomi melalui pembuatan apem ini. Acara ini tiap tahun digelar, Pak Ganjar juga beberapa kali ikut,” katanya.
Karena pandemi, acara tidak digelar seperti biasa. Protokol kesehatan harus dilakukan, namun acara tetap digelar meski berbeda.
“Makanya kami mengajak ojek online untuk membagikan kepada masyarakat. Biasanya kan masyarakat datang. Kalau acara seperti biasa, prokesnya jelas tidak memungkinkan,” ucapnya.
Airlangga juga mengapresiasi penanganan Covid-19 di Jateng. Saat ini, sejumlah daerah di Jateng kondisinya sudah membaik.
“Klaten alhamdulillah sudah turun ke level 3, mudah-mudahan ke depan semakin turun dan ekonomi masyarakat di Klaten dan Jateng bisa bergerak,” pungkasnya. (is)


















