Pandemi Covid-19, Indriyasari Ubah Target ‘Pasar’ Wisatawan Kota Semarang

Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman memberikan pengarahan kepada para peserta Pelatihan Pemandu Wisata Outbound.
Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman memberikan pengarahan kepada para peserta Pelatihan Pemandu Wisata Outbound.

SEMARANG (Awal.id) – Pandemi Covid-19 telah mengubah tren pasar wisatawan. Semula wisatawan datang berombongan dengan jumlah besar, namun saat ini datang dengan kelompok-kelompok kecil.

“Dulunya wistawan lebih menyukai aktivitas mass tourism, tapi pada saat pandemi ini mereka cenderung memilih special interest touris,” kata Kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari dalam sambutannya  saat memberikan pengarahan kepada 45 peserta Pelatihan Pemandu Wisata Outbound, di Golden City Hotel Kota Lama Semarang, Kamis (16/9).

Indriyasari menjelaskan kegiatan pelatihan ini untuk merespon tren perubahan pasar wisatawan, sehingga target Pemerintah Kota Semarang pun berubah.

Saat ini, lanjut dia, Pemkot Semarang lebih menekankan pada kualitas dari pada kuantitas wisatawan, yaitu bukan berapa banyak wisatawan yang datang, mengingat masih ada pembatasan-pembatasan kegiatan masyakat.

Baca Juga:  Obyek Wisata Batu Seribu Sukoharjo, Pengunjung Masuk ’Goa Buaya’ Sebelum Berenang di Tengah Hutan

“Ukuran sekarang, seberapa banyak wisatawan membelanjakan uangnya di Destinasi Pariwisata Kota Semarang, sehingga pendapatan masyarakat yang juga akan berimbas pada pendapatan asli daerah tetap tinggi,” ujar Indriyani.

Sementara Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman mengapresiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang yang selalu membina dan meningkatkan kualitas SDM Pariwisata di Kota Semarang.

Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman dialog dengan salah satu peserta Pelatihan Pemandu Wisata Outbound.

Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman dialog dengan salah satu peserta Pelatihan Pemandu Wisata Outbound.

Sebagai Ketua DPRD, pihaknya sangat mendukung kebijakan-kebijakan yang pro rakyat kecil, seperti halnya pelatihan pemandu wisata outbound, di mana pesertanya sebagian besar adalah masyarakat dari desa wisata dan rintisan wisata.

Baca Juga:  Wisata Goa Kreo, Legenda Sunan Kalijaga dan Sekawanan Kera Berekor Panjang

Menurut Pilus sapaan akrab Kadar Lusman, upaya merintis dan membina masyarakat pedesaan secara fokus, terarah dan berkelanjutan akan mendorong pertumbuhan ekonomi baru masyarakat, sehingga akan mempercepat kebangkitan perekonomian Kota Semarang.

Pelatihan Pemandu Wisata Outbound  berlangsung 14 – 17 September 2021 di dua lokasi. Untuk sesi kelas digelar di Golden City Hotel, sedangkan sesi praktek di Ekowisata Hutan Tinjomoyo. Selama pelatihan, para peserta akan digembleng nara sumber dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DPC Kota Semarang dan Asosiasi Experiental Learning Indonesia  (AELI) DPD Jawa Tengah. Nara sumber sekaligus praktisi pariwisata merupakan pelaku usaha yang sudah mengantongi sertifikasi di bidang Kepemanduan Wisata Outbound.

Baca Juga:  Ada Pangan Alternatif Khas Kebumen Warisan Nenek Moyang

Sedang Kepala Bidang Industri Pariwisata, Samsul Bahri Siregar menjelaskan tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi peserta pelatihan agar dapat memenuhi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKN) Bidang Kepemanduan Outbound/Fasilitator Experiential Learning.

Adapun materi inti antara lain, dasar dan etika kepemanduan, penyelenggaraan kegiatan wisata Outbound pada masa Penanganan Pandemi Covid-19, merencanakan program kegiatan rekreasi dan pembelajaran, melaksanakan pemanduan kegiatan rekreasi dan pembelajaran, memandu kegiatan tali rendah dan tali tinggi, menangani resiko dalam kegiatan, dan praktek lapangan. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *