Porinti Kota Semarang Beri Beasiswa dan Sembako kepada 57 Anak Yatim Piatu Terdampak Covid

Perwakilan Porinti Semarang secara simbolis menyerahkan bantuan beasiswa dan sembako kepada anak-anak yang orang tuanya menjadi korban Covid-19.
Perwakilan Porinti Semarang secara simbolis menyerahkan bantuan beasiswa dan sembako kepada anak-anak yang orang tuanya menjadi korban Covid-19.

SEMARANG (Awal.id) – Perserikatan Organisasi Indonesia Tionghoa (PorintiKota Semarang memberikan bantuan beasiswa dan sembako kepada 57 anak yatim piatu yang terdampak Covid-19, Kamis (19/8).

Penyerahan bantuan komunitas tionghoa secara simbolis dilakukan di Balai Kecamatan Banyumanik dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Sementara penyaluran bantuan ini akan dikoordiner oleh Pemerintah Kecamatan Banyumanik bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang.

Camat Banyumanik, Maryono mengapresiasi perhatian komunitas Tionghoa yang diwakili oleh Perserikatan Organisasi Indonesia Tionghoa (Porinti)  Kota Semarang terhadap anak yatim piatu yang menjadi korban Covid-19.

Baca Juga:  Kejaksaan Segera Terbitkan SKPP Kasus Ibu dan Anak, Pihak Berperkara Tandatangani Surat Perdamaian

“Terima kasih atas gotong-royong kemanusiaan ini, semoga bantuan ini bisa membantu anak yang bapak ibunya meninggal terpapar Covid-19,” ujar Maryono.

Sebelumnya Walikota Semarang Hendrar Prihadi menginstruksikan kepada jajarannya untuk membantu proses pemindahan sekolah anak yatim piatu dari swasta ke negeri agar meringankan beban keluarga.

Maryono mengatakan bantuan ini sangat berarti bagi keluarga korban Covid. Selain meringankan beban ekonomi mereka, terutama anak-anak yang masih sekolah, bantuan ini bisa memberikan semangat dan motivasi anak korban Covid untuk mewujudkan cita-citanya.

Baca Juga:  Ini Penyebab Harga Cabai Tinggi Menurut Gubernur Ganjar

Sementara itu, Humas Porinti Semarang Aida Noplie Chandra menyampaikan, bantuan kepada warga yang terimbas pandemi Covid diutamakan pada anak-anak yang terancam putus sekolah, karena orang tuanya meninggal akibat pandemi virus tersebut.

“Semoga beasiswa dan sembako ini dapat membantu anak-anak untuk bangkit, bersemangat dan mengejar harapan dengan tetap melanjutkan sekolah,” ujar Aida. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *