Hasil Pantauan BPPTKG, Kondisi Merapi Masih Level 3

SEMARANG (Awal.id) – Selama sepekan terakhir, Gunung Merapi terus menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi, dengan mengeluarkan awan panas guguran sebanyak 20 kali.
Meski begitu, dari hasil pantauan Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada Senin (16/8), kondisi gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta itu masih level 3. Saat itu, terjadi 372 guguran awan panas dan sesuai arah angin terjauh sampai ke Kandangan Temanggung.
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengaku mendapatkan laporan detil terkait volume kubah lava dan berapa pertumbuhannya. Per Senin lalu, volume kubah lava di sekitar barat daya Merapi sebesar 1,8 juta meter kubik dan pertumbuhan rata-rata perhari adalah 13 ribu meter kubik.
“Sementara volume kubah lava yang di tengah kawah sekitar 2,8 juta meter kubik, pertumbuhannya rata-rata 18 ribu meter kubik per hari. Itu catatan-catatan penting yang dilaporkan,” jelasnya, Sabtu (21/8).
Ganjar juga sudah mendapat laporan terbaru hari ini terkait kondisi Merapi. Menurut laporan, level Merapi masih sama, yakni level 3.
“Ancamannya memang berupa awan panas dan membawa abu vulkanik. Arah guguran di sektor barat daya, arahnya di Kali Bebeng dan Boyong. Luncuran awan panas paling jauh 3 km dan abu vulkanik mengikuti arah angin,” jelasnya.
Dengan kondisi itu, Ganjar meminta masyarakat tetap tenang, namun selalu waspada. Ia juga meminta seluruh aktivitas pertambangan pada alur sungai yang berhulu di Merapi untuk dihentikan.
“Saya minta semua aktivitas penambangan dihentikan, masyarakat yang biasa beraktivitas di sana saya minta pergi dulu agar semua aman,” pungkasnya. (is)



















