Penanganan Covid Jateng, Serapan Anggaran akan Terus Bertambah

SEMARANG (Awal.id) – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jateng, Prasetyo Aribowo mengatakan, rencana pembelanjaan DAU (Dana Alokasi Umum) mengalami perubahan berdasarkan perkembangan di lapangan.
“Pada awal Juli angka itu kita reassesment ulang penggunananya, karena waktu itu kita tidak tahu varian Delta demikian cepat. Sehingga beberapa kita tunda, misalnya pelatihan Bintek untuk promosi kesehatan kita tunda karena kita fokus untuk Covid,” katanya.
Pernyataan Prasetyo tersebut melengkapi keterangan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, terkait serapan anggaran Covid Jateng.
Berdasarkan amanat refocusing pemerintah pusat, anggaran 8 persen dari DAU (Dana Alokasi Umum) Jateng berjumlah Rp 283 miliar yang terinci untuk 5 item penganggaran. Yakni penanganan Covid, dukungan vaksinasi, dukungan pada kelurahan, insentif tenaga kesehatan, dan belanja kesehatan lainnya.
Menurut Prasetyo, serapan anggaran akan terus bertambah karena sudah ada rencana-rencana pembelanjaan. Misalnya untuk pembelian reagen dalam rangka peningkatan testing dan tracing. Serta dukungan fasilitasi untuk rumah sakit darurat.
Di lain pihak, penanganan Covid di Jateng sebenarnya tidak hanya mengandalkan anggaran refocusing DAU. Tapi juga memanfaatkan dana dari CSR perusahaan.
“Misalnya kita menerima dari Shopee, Pertamina berupa oksigen, tabung liquid. Semuanya itu kita dorong untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit,” terangnya.
Sementara Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menegaskan serapan anggaran Covid Jateng bukan 0,15% seperti yang beredar di media. Hingga 22 Juli, serapan sudah mencapai 15,65% dan update hingga 24 Juli telah mencapai 17,28%.
“Ini penting untuk clearence, karena kemarin bully sudah terjadi, hoaks sudah terjadi orang bertanya, saya jelaskan. Ada media yang nulis, sayangnya tidak wawancara saya, maka ini banyak yang bertanya saya kasih data ini,” kata Ganjar, Sabtu (24/7). (is)



















