Langgar PPKM Darurat, Tiga Tempat Usaha Disegel Satpol PP Kota Semarang

Semarang (Awal.id) – Akibat melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Tiga tempat usaha di sekitar Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, disegel oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang didampingi TNI dan Polri, Sabtu (3/7) malam WIB.

Tiga tempat usaha yang disegel tersebut adalah Transmart Penggaron, Resto Ananda Steak di Jalan Fatmawati dan Swalayan ADA Fatmawati. 

Pelanggaran Transmart dan Swalayan ADA adalah tetap beroperasi padahal menurut peraturan PPKM darurat, Mal tidak boleh beroperasional. Sedangkan Ananda Steak mereka menyediakan layanan makan di tempat. 

Penyegelan pun dilakukan dengan cara pemberian Surat Peringatan, memasang Stiker penyegelan dan memasang garis Police Line. 

Situasi berjalan kondusif saat para petugas menyegel Transmart dan Resto Ananda Steak. Berbeda saat menyegel Swalayan ADA Fatmawati.

Sempat tegang, Diketahui seorang wanita Manager Swalayan Ada terlibat Adu Mulut dengan petugas Satpol PP Kota Semarang.Bermula saat petugas hendak meminta KTP manager untuk pendataan dan disita, manager itu pun mengelak tidak membawa KTP. Namun, setelah akhirnya salah seorang pegawai berbaik hati KTPnya disita Satpol PP situasi pun mereda.

Fajar Purwoto, Kepala Satpol PP Kota Semarang menjelaskan penyegelan di Mal karena Mal tersebut menjual beraneka ragam barang. Padahal, sudah jelas dalam peraturan PPKM Darurat bahwa sektor usaha yang boleh beroperasi hanya yang menjual kebutuhan logistik harian.

“Hanya bahan pokok harian yang diperbolehkan jualan. Namun di kedua mal ini komplit yang dijual, maka kami harus menyegel bagi yang melanggar peraturan PPKM Darurat tersebut,” tegas Fajar.

Diketahui, Pihaknya juga melihat langsung di Swalayan ADA Fatmawati terdapat kerumunan. Oleh karena itu pihaknya menyegel tempat tersebut. Karena aturan dari pemerintah pusat,Ia menghimbau bagi para pengusaha agar sementara waktu ini bisa menahan diri dan taat aturan.

Fajar manambahkan, Untuk kegiatan penyegelan ini akan berlangsung terus hingga peraturan PPKM darurat berakhir pada 20 Juli mendatang. 

“Seharusnya untuk para pemilik usaha harus paham dengan kondisi saat ini,” papar Fajar 

Kapolsek Pedurungan, Kompol Asfauri menegaskan selalu mendukung penuh penegakkan peraturan daerah yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang.

“Kami TNI dan Polri siap mengamankan dan mengawal pelaksanaan peraturan PPKM Darurat mulai tanggal 3-20 Juli,” tegas Asfauri.

Pihaknya menambahkan bersama instansi terkait akan terus selah menertibkan semua sektor usaha maupun warga yang melanggar peraturan PPKM Darurat.

“Karena, keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah hukum tertinggi. Maka kami siap mengawal penegakan peraturan daerah. Apabila ada kerumunan pasti akan segera kami bubarkan,” papar Asfauri.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *