Berawal dari Hajatan, Warga Satu Desa di Wonosobo Jalani Isolasi Mandiri

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau Desa Kecis, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, yang ditutup untuk warga luar karena puluhan warganya terpapar Covid-19
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau Desa Kecis, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, yang ditutup untuk warga luar karena puluhan warganya terpapar Covid-19

WONOSOBO (Awal.id) – Desa Kecis, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, ditutup karena puluhan warganya terpapar Covid-19 dan  menjalani isolasi mandiri.

Sebanyak 88 orang warga Desa Kecis, terpapar Covid-19 usai menggelar hajatan beberapa waktu lalu. Saat ini, 47 di antaranya sudah negatif dan tersisa 41 orang yang menjalani isolasi mandiri di 35 rumah.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kamis (8/7) meninjau kondisi desa tersebut yang kini menutup aksesnya untuk warga luar. Ganjar melakukan dialog dengan beberapa tokoh desa.

Baca Juga:  Hari Pertama Larangan Mudik, KAI Layani 2.852 Penumpang Non-mudik

“Lha yo nek hajatan kan mesti do ora nganggo masker to? Nganggo masker? Lha nek pas mangan? terus lungguhe cedak-cedakan,” ujar Ganjar saat mendengar kronologi terpaparnya warga Desa Kecis dari Sekdes, Eko Purwanto.

Ganjar dalam kesempatan itu menyampaikan, agar warga berhati-hati dalam beraktivitas di tengah pandemi. Kegiatan seperti hajatan dan sebagainya, Ganjar meminta agar ditunda dulu.

“Segitu banyak lalu gimana ngurusnya? Jogo Tonggonya aktif? Ada yang ngontrol mereka nggak selama isoman?,” tanya Ganjar.

Baca Juga:  Tingkatkan Kesejahteraan Petani Banjarnegara, Waket DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono Bantu Buka Akses Jalan Pertanian

“Ada bidan desa pak, Jogo Tonggo aktif kita juga bagikan sembako. Kita masak juga untuk mereka pak,” ujar Eko.

Ganjar lantas memberi saran agar koordinator Jogo Tonggo serta bidan membuat WhatsApp Group dengan para warga yang isoman. Grup tersebut agar memudahkan warga yang isoman untuk berkomunikasi dan menyampaikan kebutuhannya.

“Karena ada cerita, dia hari ini terpapar, lalu isoman, kemudian dia panik, tetapi tidak ada yang dihubungi, kemudian meninggal. Jangan sampai ini terjadi. Ambulans standby di sini juga nggak?,” tutur Ganjar.

Baca Juga:  Resmikan Hasil Pembangunan Semarang 2023, Mbak Ita Tekankan Konsep Pembangunan Berkelanjutan

Standby pak ada mobil Puskesmas,” ujar Eko.

Pada kesempatan itu, Ganjar tak sekadar datang namun juga memberikan bantuan berupa sembako hingga beras. Ganjar berharap warga Desa Kecis segera sembuh dan kembali beraktivitas seperti semula.

“Tapi ingat prokesnya selalu dijaga ya,”. tandas Ganjar. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *