Antisipasi Lonjakan Kasus Covid, Pemkab Wonosobo Siapkan 5 Gedung Isolasi Terpusat

Gubernur Ganjar Pranowo menyambangi warga dan relawan Jogo Tonggo di Desa Kecis, Wonosobo, Kamis (8/7)
Gubernur Ganjar Pranowo menyambangi warga dan relawan Jogo Tonggo di Desa Kecis, Wonosobo, Kamis (8/7)

WONOSOBO (Awal.id) – Peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi secara eksponensial di Kabupaten Wonosobo, membuat pemerintah setempat mengambil langkah cepat. Apalagi, Wonosobo berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara yang juga sedang mengalami peningkatan.

“Kita seperti yang diinstruksikan oleh Gubernur melalui Sekda Prov, kita terus berupaya menambah atau meningkatkan jumlah tempat tidur yang ada di setiap rumah sakit. terutama di swasta,” ucap Kadinkes Wonosobo, dr Mohamad Riyatno.

Selain itu, lanjut Riyatno, ada beberapa gedung yang digunakan untuk isolasi terpusat. Antara lain Balai Latihan Kerja, eks kantor kelurahan Wonosobo Timur dan eks gedung peternakan dan pertanian itu, serta gedung sanggar budaya yang dikelola Disdikpora setempat.

Sementara gedung Bapelkes milik Provinsi yang tahun 2020 sudah digunakan juga akan disiapkan lagi. Meski begitu, pihaknya berharap tidak sampai terjadi outbreak.

“Kalau 5 gedung karantina itu bisa kita maksimalkan insyaallah kita bisa menampung sekitar 250-270,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Wonosobo, Kamis (8/7), meninjau persiapan RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo dalam melalukan persiapan penanganan pasien Covid-19.

Gubernur juga menyambangi warga relawan Jogo Tonggo di Desa Kecis, Wonosobo, Kamis (8/7). Di desa tersebut, sebanyak 88 warga terpapar Covid-19 dan menjalani isolasi di rumah masing-masing. Klaster Covid berawal dari acara hajatan warga setempat. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *