Tekan Angka Stunting, Pemkot Semarang Beri Bantuan Makanan Bergizi Untuk Perangi Stunting

SEMARANG (Awal.id) – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Semarang menerangkan diketahui ada 3.142 anak yang mengalami stunting. Oleh karena itu, stunting di Kota Semarang masih sangat membutuhkan perhatian.

Kecamatan Semarang Utara memiliki jumlah anak stunting paling banyak yakni 633 anak. Angka ini disusul Kecamatan Banyumanik sebanyak 330 anak dan Kecamatan Pedurungan sebanyak 314 anak.

Hevearita G. Rahayu, Wakil Walikota Semarang menjelaskan karena masih banyak anak stunting di Kota Semarang maka anak stunting harus menjadi perhatian pemerintah dan harus diberikan bantuan untuk menurunkan jumlah anak stunting.

“Pemerintah sangat menganjurkan untuk memberikan bantuan kepada anak-anak stunting. Kami dari Pemkot Semarang memberikan bantuan makanan bergizi, dan tim dari kota dan kecamatan juga mendampingi untuk pemberian makanan sesuai gizi agar kondisinya bisa lebih baik,” papar Ita, sapaan akrabn Wakil Walikota Semarang saat memberikan bantuan di RT 08 Kelurahan Kebonharjo, Kecamatan Semarang Utara, Minggu (20/6).

Ita menegaskan, kasus stunting tiap kelurahan berbeda-beda penyebabnya. Namun jika di Kelurahan Kebonharjo dikarenakan faktor ekonomi keluarga yang sulit memberikan kecukupan gizi bagi anak-anaknya.

“Di Kelurahan kebonharjo tepatnya di RT 8 ada kasus anak stunting, jadi ibunya kerja, ASI nya cuma 1 bulan saja jadi anak-anaknya mengalami stunting,” Jelas Ita.

Ia selalu menekankan kepada para orang tua untuk tetap memberikan makanan bergizi pada anak-anak.

“Di Kelurahan Kebonharjo ini faktor penyebab stunting yang utama adalah ekonomi, kalau ditempat lain ada yang penyebabnya pola asuh yang salah, umur pernikahan orang tuanya yang terlalu dini,” ujar ita.

Ita menghimbau kepada semua puskesmas yang ada di Kota Semarang untuk bisa mendata semua anak stunting atau kurang gizi yang ada diwilayahnya. Dari data tersebut, nantinya Pemkot akan bisa memilah dan mengupayakan bantuan untuk perbaikan gizi anak.

“Setiap puskemas akan mendata masing-masing keluarga terkait dengan pemberian makanan sehat untuk anaknya dan setiap bulan saya akan meminta data perkembangan yang mengalami stunting. Upaya dari kami adalah memberikan pendampingan, lalu memberikan bantuan makanan tambahan untuk anak dan ibunya,” imbuh ita.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *