Nekat Angkut Pemudik ke Semarang, Tiga Travel Gelap Dikandangkan

Satuan Kasatlantas Polrestabes semarang saat melakukan operasi di Tol Kalikangkung
Satuan Kasatlantas Polrestabes semarang saat melakukan operasi di Tol Kalikangkung

SEMARANG (Awal.id) – Tiga travel gelap langsung dikandangkan seusai melanggar masa larangan mudik Lebaran 2021. Travel gelap itu diamankan, karena kedapatan mengangkut pemudik dari luar kota menuju gerbang tol (GT) Kalikangkung, Kota Semarang.

AKBP Sigit, Kasat Lantas Polrestabes Semarang  mengatakan, travel gelap yang kedapatan mengangkut pemudik itu ditahan dan ditilang.

“Berjumlah tiga travel gelap sudah dikandangkan dari luar Jateng seperti Jakarta dan Jatim. Kebanyakan tidak punya trayek, pelat hitam dan ambil penumpang di jalan,” ujar Sigit usai kegiatan penyekatan di GT Kalikangkung, Kamis (6/5).

Sigit menjelaskan, bagi setiap kendaraan yang melintas di sembilan pos penyekatan di Kota Semarang diperiksa kelengkapan surat kendaraan hingga keterangan bebas Covid-19.

“Pengecekan meliputi kelengkapan surat-surat. Setiap pemudik akan diminta surat keterangan Covid-19. Kalau tidak lengkap langsung putar balik,” jelasnya.

Jajaran Kepolisian Satlantas melaksanakan kegiatan penyekatan selama masa larangan mudik Lebaran dengan mengedepankan sisi humanis.

“Kita juga membagi masker ke masyarakat. Lebih mengedukasi ke masyarakat terkait prokes. Jadi tidak kaku, lebih fleksibel,” imbuhnya.

Tim Gabungan

Kegiatan penyekatan ini dalam rangka Operasi Ketupat Candi 2021 diikuti oleh tim gabungan TNI/Polri, Satpol PP, Dinkes, Dishub, Perhubungan Darat dan PAM.

“Dilakukannya hal ini untuk mendukung kebijakan pemerintah sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19,” Tandasnya.

Sembilan pos penyekatan di Kota Semarang antara lain Pintu Tol Kalikangkung, Pintu Tol Banyumanik, Pos Genuksari, Pos Taman Unyil, Pos Mangkang, Pos Sisemut, Cangkiran, Penggaron, dan Darupono.

Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 secara resmi melarang mudik Lebaran 2021 selama 6-17 Mei 2021.

Diumumkan Pemerintah dalam Surat Edaran No 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Idul Fitri 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadan. Kebijakan itu diperketat dengan dikeluarkannya Addendum atas SE Nomor 13 Tahun 2021.

Pengetatan persyaratan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) dua pekan sebelum dan sepekan setelah masa peniadaan mudik yakni tanggal 22 April-5 Mei 2021 dan 18-24 Mei 2021. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *