Hoaks Vaksin Beredar, Ganjar: Ikuti Pemerintah, Semua Ada Ketentuannya

SEMARANG (Awal.id) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau masyarakat untuk tak percaya pada hoaks terkait vaksin. Pasalnya, kabar kedatangan vaksin Sinovac ke Jateng pagi tadi langsung diikuti kabar hoaks yang meresahkan.

Hal itu disampaikan Ganjar, usai menghadiri acara peluncuran Bantuan Tunai Se-Indonesia oleh Presiden Joko Widodo secara daring, di Ruang Rapat Kantor Pemprov Jateng, Senin (4/1). Ganjar meminta masyarakat mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga:  Tanpa Diperkuat Arhan di Leg I Final Piala AFF, Shin Tae-yong: Timnas Tak Gentar Hadapi Thailand

“Terkait dengan vaksin, sudah ikuti saja ketentuan dari pemerintah. Bahkan tadi kita dengan DPRD lagi bicara, bahkan juga dengan Majelis Ulama Indonesia. Malah yang menarik dari MUI Jateng, itu meminta tolong dong para kiai diprioritaskan,” ucap Ganjar.

Cerita tersebut, menurut Ganjar, adalah bukti bahwa hoaks-hoaks yang berkaitan dengan vaksin virus corona tidak benar. Ganjar pun meminta agar masyarakat tak mengindahkan hoaks tersebut.

Baca Juga:  Semen Gresik Raih Penghargaan Nusantara CSR Awards 2022

“Sehingga cerita-cerita hoaks yang beredar, jangan ikut, cuek aja, jangan didengerin,” tegas Ganjar.

Di sisi lain, Ganjar menjelaskan, tidak semuanya bisa langsung mendapatkan vaksin. Menurutnya, sudah ada urutan-urutan serta prioritas penerima vaksin. Yakni yang pertama untuk tenaga medis.

“Dan tidak setiap orang hari ini bisa divaksin, karena itu untuk pelayanan tenaga medis lebih dulu prioritasnya, yang kedua itu ada batasan umurnya juga sehingga ini tidak serta merta karena jumlah di awalnya masih terbatas,” jelas Ganjar.

Baca Juga:  Kasus Baru Covid Jateng Turun Drastis

Dari fakta tersebut, Ganjar kembali menegaskan agar masyarakat tidak percaya pada hoaks. Jika menemukan ajakan-ajakan atau berita meragukan, Ganjar meminta masyarakat bertanya pada pemerintah.

“Jadi masyarakat jangan mempercayai hoaks, bisa bertanya kepada pemerintah. Lebih baik tanya pada kita, pada pemerintah karena semua itu ada ketentuannya,,” tandas Ganjar.(*) IPG

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *