Turunnya Harga PCR Direspon Positif Gubernur Ganjar

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo

SEMARANG (Awal.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, penurunan harga Polymerase Chain Reaction (PCR) selama ini ditunggu masyarakat. Maka ketika pemerintah menurunkan harga PCR, masyarakat merasa senang. Sebab, selama ini masyarakat cukup terbebani dengan mahalnya biaya tes PCR.

“Saya kira ini yang ditunggu. PCR itu kan jadi syarat orang bepergian. Maka kalau terlalu mahal, masyarakat jadi sulit semuanya,” kata Ganjar, Kamis (19/8).

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo meminta harga tes PCR turun menjadi Rp 400-500 ribu. Selain itu, Jokowi meminta hasil PCR bisa diketahui lebih cepat, yakni 1×24 jam.

Baca Juga:  25.271 Anak Sudah Divaksin, Wali Kota Hendi Targetkan Vaksinasi Anak Rampung pada Januari 2022

Menurut Ganjar, apa yang disampaikan Presiden itu adalah berita baik. Dengan turunnya harga PCR Rp 450-500 ribu, tentu membuat masyarakat senang. Karena harga itu jauh lebih murah, sampai dengan 50 persen.

“Saya kira ini berita baik, untuk masyarakat mendapatkan layanan yang mudah dan murah,” tambahnya.

Meski begitu, Ganjar mengatakan terpikir dan berharap pemerintah pusat menghitung ulang berapa sebenarnya biaya yang mesti dikeluarkan untuk setiap melakukan tes. Artinya komponen di dalamnya, berapa harga reagen, VTM dan berapa untuk tenaga dan prosesnya.

Baca Juga:  Ketersedian Energi, Pertamina Resmikan 40 Titik BBM Satu Harga Terbesar di Klaster Maluku Papua

“Jangan-jangan, ada harga yang jauh lebih baik dan bagus, sehingga bisa lebih murah,” terangnya.

Ganjar mengatakan, pihaknya sudah bertanya kira-kira berapa harga pengetesan untuk satu orang. Untuk beli reagen misalnya, satu orang membutuhkan biaya sekitar Rp 200 ribu.

“Ditambah VTM dan lain-lain, ya sekitar itulah, sekitar Rp 350 ribu. Maka sebenarnya hitung-hitungan kami, kalau ada orang dagang itu sudah bagus, tapi jangan banyak cari untungnya. Maka apa yang menjadi ketetapan Presiden itu sudah sangat bagus,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pemkot Semarang Minta Kementrian PUPR Segera Normalisasi Sungai Plumbon

Disinggung apakah dengan turunnya harga PCR akan meningkatkan testing dan tracing dari pemerintah, Ganjar membantah. Menurutnya, testing dan tracing itu tanggungjawab pemerintah, sehingga tidak perlu lagi bicara harga.

“Selain itu, testing sebenarnya tidak harus menggunakan PCR. Bisa juga menggunakan antigen. Dengan tes antigen kalau dia reaktif bisa diteruskan ke sana, kalau negatif itu sebenarnya cukup. Dan ini bisa juga dipakai sebagai alat untuk memperbanyak testing lagi,” pungkasnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *