Raih Peringkat Kedua Porprov Jateng 2026, Muaythai Semarang Bangga dengan Perjuangan Atlet
SALATIGA – Kontingen Muaythai Kota Semarang tetap menorehkan kebanggaan meski harus puas menempati peringkat kedua dalam klasemen akhir cabang olahraga Muaythai pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.
Bertanding di GOR Hatti Beriman, Kota Salatiga, Minggu (25/10/2026), Muaythai Kota Semarang mengoleksi empat medali emas, empat perak, dan dua perunggu.
Hasil tersebut menempatkan Kota Semarang di posisi kedua, di bawah tuan rumah Kota Salatiga yang keluar sebagai juara umum setelah mengamankan lima medali emas.
Ketua Pengurus Cabang Muaythai Indonesia Kota Semarang, Muhammad Irfan Ibrahim, mengaku bangga dengan pencapaian para atletnya. Menurut dia, seluruh atlet telah memberikan kemampuan terbaik setelah menjalani persiapan panjang sejak April 2026.
“Alhamdulillah, pada hari ini kita bisa memperoleh empat medali emas, empat medali perak, dan juga dua medali perunggu. Apa pun hasilnya, saya bangga karena anak-anak sudah berjuang dan memberikan hasil maksimal yang bisa mereka raih,” ujar Irfan.
Ia menilai, capaian tersebut tidak bisa dilepaskan dari proses latihan intensif yang dijalani para atlet selama beberapa bulan terakhir. Persiapan bahkan telah dimulai sebelum April, kemudian ditingkatkan dengan program latihan yang lebih keras menjelang pertandingan.
Menurut Irfan, para atlet menjalani latihan secara rutin, termasuk pada pagi dan sore hari, untuk meningkatkan kemampuan teknik, fisik, serta kesiapan menghadapi lawan di arena pertandingan.
“Persiapan sudah kita kejar sejak April, bahkan sebelumnya juga sudah ada latihan. Setelah itu kita mulai latihan lebih keras. Setiap hari benar-benar kita kejar, pagi dan sore,” katanya.
Irfan mengakui persaingan dalam pertandingan berlangsung cukup ketat. Perbedaan kemampuan antarkontingen dinilainya tidak terlalu mencolok sehingga sejumlah pertandingan berjalan dengan selisih yang tipis.
Ia menyebut, beberapa atlet Semarang harus menerima kekalahan akibat selisih poin. Ada pula atlet yang kalah melalui penghentian pertandingan setelah terkena pukulan pada bagian hati atau liver shot.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi apresiasinya terhadap perjuangan para atlet. Irfan menilai, hasil pertandingan merupakan bagian dari proses pembinaan yang harus dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan prestasi pada kompetisi berikutnya.
“Untuk pertandingan sebenarnya masih dalam kapasitas yang bisa kita kejar. Ada yang kalah tipis dari poin, ada juga yang kalah karena terkena liver shot. Itu tidak apa-apa karena semuanya sudah berjuang,” tuturnya.
Ia juga menilai belum ada kontingen yang menunjukkan dominasi terlalu jauh dibandingkan peserta lainnya. Menurut Irfan, persaingan yang relatif berimbang menjadi modal bagi Muaythai Kota Semarang untuk meningkatkan kualitas atlet agar mampu bersaing lebih kuat pada kejuaraan mendatang.
“Kalau menurut saya, lawan terberat tidak ada yang terlalu menonjol. Semuanya masih tipis-tipis, tidak sampai jomplang. Artinya, kita masih bisa mengejar dan meningkatkan kemampuan atlet untuk kejuaraan berikutnya,” jelasnya.
Bidik Atlet Peraih Emas Tembus PON
Di balik hasil peringkat kedua Porprov Jateng 2026, Muaythai Kota Semarang telah menyiapkan target lanjutan, yakni mendorong atlet-atlet peraih medali emas agar mampu menembus ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Irfan berharap keberhasilan meraih emas di tingkat provinsi menjadi pijakan bagi atlet untuk meningkatkan prestasi ke level nasional. Evaluasi akan dilakukan agar para atlet dapat memperbaiki kekurangan, baik dari sisi teknik, kekuatan fisik, maupun strategi bertanding.
“Target kita PON. Atlet-atlet yang mendapatkan medali emas ini kita targetkan bisa menembus PON dan menjadi wakil yang membawa nama daerah,” tegasnya.
Pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026, Muaythai Kota Semarang memberangkatkan 14 atlet untuk mengikuti sejumlah nomor pertandingan, termasuk kategori fight dan Muay Boran atau seni bela diri Muaythai.
Dari perolehan medali, dua medali perunggu Semarang diraih melalui kategori fight putri dan Muay Boran. Sementara itu, sejumlah atlet berhasil menyumbangkan medali emas dan perak di kelas masing-masing.
Di antara atlet yang disebut Irfan, Keisha berhasil meraih emas pada kelas putri 63,5 kilogram. Sementara itu, Dendra meraih medali perak di kelas 63,5 kilogram, sedangkan Rizky turut menyumbangkan medali emas bagi kontingen Kota Semarang.
Irfan menegaskan, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan Muaythai di Kota Semarang tetap berjalan dan mampu menghasilkan atlet berprestasi, meskipun organisasi menghadapi berbagai dinamika dalam proses pengembangan cabang olahraga tersebut.
“Jujur, saya sangat senang dan sangat bangga. Dengan banyak dinamika yang dialami Muaythai di Kota Semarang, saya tetap sangat bangga dengan perjuangan anak-anak,” ungkapnya.
Bagi Irfan, keberhasilan tidak semata-mata diukur dari posisi klasemen akhir. Empat medali emas, empat perak, dan dua perunggu yang dibawa pulang menjadi hasil kerja keras atlet, pelatih, serta seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan kontingen.
Peringkat kedua di Porprov Jateng 2026 pun menjadi modal evaluasi bagi Muaythai Kota Semarang untuk memperkuat pembinaan dan mempersiapkan atlet menghadapi persaingan yang lebih tinggi. Dengan target menembus PON, prestasi di Salatiga diharapkan menjadi pijakan untuk meraih hasil yang lebih baik pada kesempatan berikutnya.




















