Kekalahan Jadi Evaluasi, Tarung Derajat Semarang Tetap Optimistis di Porprov 2026

KENDAL (Awall.id) – Dua atlet Tarung Derajat Kota Semarang, Ade Wike dan Bilal Perwira, harus mengakhiri langkah lebih awal setelah kalah dari lawan masing-masing dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026.

Meski hasil belum sesuai harapan, tim pelatih memilih menjadikan kekalahan tersebut sebagai bahan evaluasi sekaligus menjaga optimisme untuk pertandingan berikutnya.

Ade Wike kalah dari Tio Sadewa asal Kota Magelang pada babak pertama kelas 52,1–55 kilogram. Sementara itu, Bilal Perwira harus mengakui keunggulan Rizal Fariq dari Kudus pada kelas putra 55,1–58 kilogram setelah menjalani pertandingan ketat.

Pelatih Tarung Derajat Kota Semarang, Ma’ruf Setyawan, mengatakan pengalaman bertanding menjadi salah satu faktor yang membedakan Ade dengan lawannya. Tio dinilai memiliki jam terbang lebih tinggi karena pernah bertanding di tingkat nasional, sedangkan Ade masih dalam tahap membangun pengalaman kompetisi.

Baca Juga:  Pameran Bersama Museum Mbabar Mustiko, Wagub Jateng Ajak Masyarakat Lestarikan Batik

“Kalau dari pengalaman, Tio dari Magelang itu pengalaman sudah di nasional. Kalau Mas Ade kan baru, baru dua kali pertandingan,” ujar Ma’ruf seusai pertandingan.

Menurut dia, kekalahan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi Ade. Pengalaman menghadapi lawan yang lebih matang diharapkan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan, kesiapan mental, dan kepercayaan diri dalam pertandingan mendatang.

Sementara itu, kekalahan Bilal berlangsung dengan selisih poin yang sangat tipis. Ma’ruf menilai Bilal sebenarnya mampu memberikan perlawanan, tetapi kehilangan momentum pada ronde kedua setelah kecolongan pukulan hingga mendapat hitungan dari wasit.

“Di ronde kedua kepalanya kecolongan pukulan sampai kena hitungan. Sepertinya tipis, sekitar tiga titik, tetapi selisih poinnya hanya satu,” kata Ma’ruf saat mengevaluasi pertandingan Bilal.

Baca Juga:  Warga Pekalongan di Tenda Pengungsian Kaget dan Senang Didatangi Ganjar

Hasil tersebut menjadi catatan penting bagi tim pelatih untuk membenahi konsentrasi, ketepatan membaca serangan lawan, serta konsistensi menjaga keunggulan sepanjang pertandingan. Dalam persaingan yang ketat, satu momen lengah dapat menentukan hasil akhir.

Meski dua atletnya belum berhasil melangkah lebih jauh, Ma’ruf menegaskan perjuangan kontingen Kota Semarang belum selesai. Masih ada dua petarung yang dijadwalkan bertanding dan berpeluang memperjuangkan hasil terbaik bagi Kota Atlas.

“Setelah ini masih ada dua petarung lagi. Mudah-mudahan bisa masuk final,” ujarnya.

Tim pelatih berharap para atlet yang tersisa mampu mengambil pelajaran dari pertandingan sebelumnya, tampil lebih disiplin, dan menjaga fokus sejak ronde pertama hingga laga berakhir. Evaluasi terhadap Ade dan Bilal juga menjadi bahan pembenahan agar kesalahan serupa tidak terulang.

Baca Juga:  Gantikan Giring, Kaesang Jadi Ketum PSI

Di tengah hasil yang belum memuaskan, semangat untuk terus berjuang menjadi modal penting bagi Tarung Derajat Kota Semarang. Kekalahan bukan akhir dari proses pembinaan, melainkan kesempatan untuk mengukur kemampuan dan memperbaiki kekurangan di tengah persaingan olahraga tingkat provinsi.

Dengan dua petarung yang masih memiliki kesempatan bertanding, Semarang tetap menjaga asa untuk menembus partai final yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober 2026. Perjuangan belum usai, dan kontingen Kota Semarang diharapkan mampu menjawab tantangan melalui penampilan yang lebih matang pada laga berikutnya.***

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *