USM LCC Gelar Seminar ”Being Brave to Speak English”

Direktur USM LCC, Adi Ekopriyono, narasumber dan peserta Seminar Nasional ''Being Brave to Speak English'' foto bersama. Kegiatan tersebut diselenggarakan Pusat Bahasa dan Budaya Universitas Semarang (USM LCC), pada Jumat (28/8/26)

SEMARANG (Awall.id) – Pusat Bahasa dan Budaya Universitas Semarang (USM LCC) menggelar Seminar Nasional ”Being Brave to Speak English” dengan narasumber native speaker dari Melbourne, Australia, Aaron O’Brien, pada Jumat (28/8/26).

Seminar di kampus USM tersebut, diikuti 100 peserta terdiri atas para mahasiswa, pelajar SLTA, dan beberapa dosen, juga diadakan penandatanganan MoU antara USM LCC dan Aaron.

Direktur USM LCC, Adi Ekopriyono menjelaskan, seminar tersebut diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi LCC dalam mengembangkan USM makin jaya. Selain itu, juga meningkatkan keberanian dan kemampuan mahasiswa dan pelajar berbicara dalam Bahasa Inggris.

Baca Juga:  Pelepasan Pemudik Pedagang Warmindo, Wagub Jateng Ingatkan Kondisi Kesehatan

”Tidak dapat dimungkiri, pada era global sekarang ini, generasi muda dituntut untuk berani dan terampil berbahasa Inggris. Tentu saja, juga keterampilan berbahasa asing lainnya, seperti Mandarin, Korea, Jepang, Arab,” katanya.

Ribuan Pelajar

Aaron adalah pendidik Bahasa Inggris yang dikenal karena pendekatan pembelajarannya yang menyenangkan, komunikatif, inovatif, dan dekat dengan kebutuhan peserta didik. Dengan pengalaman mengajar lebih dari satu dekade, ia telah mendampingi ribuan pelajar dari berbagai kelompok usia.

Baca Juga:  BBJ USM Jalin Kerja Sama dengan UPT Bahasa Unisnu Jepara

Dia mengembangkan platform pembelajaran bahasa Inggris yang telah menjangkau komunitas pembelajar, dengan lebih dari 1,5 juta pengikut di Instagram, 800 ribu pengikut di TikTok, dan 360 ribu pelanggan di YouTube.

”Dia juga aktif berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan para guru Bahasa Inggris di Indonesia. Aaron berkolaborasi dengan komunitas serta berbagai institusi untuk memperkenalkan dan mengembangkan metode pembelajaran bahasa Inggris yang kreatif, relevan, dan sesuai dengan perkembangan zaman,” ungkap Adi.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *