Meneliti Kemandirian Ormas, Dosen FTIK USM Natalia Sari Raih Doktor

Natalia Sari Pujiastuti (tengah), dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang (FTIK USM), berhasil meraih gelar doktor di Program Studi Doktor Ilmu Sosial (DIS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip)

SEMARANG (Awall id) – Natalia Sari Pujiastuti, dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang (FTIK USM), berhasil meraih gelar doktor di Program Studi Doktor Ilmu Sosial (DIS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip).

Naneth –panggilan akrabnya, menempuh studi selama tiga tahun dan dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude, nilai 3,98.

Disertasi berjudul ’’Kesiapan Transformasi Hibrida Organisasi Masyarakat Sipil (OMS),’’ dia pertahankan di depan tim penguji, Rabu (24/6) di kampus Undip Tembalang.

Baca Juga:  Peneliti dari 9 Negara Ikuti “1st ICTECA 2023” USM

Masalah itu dikaji dengan variabel kepemimpinan transformasional, budaya pembelajar, komunikasi internal organisasi dan niat wirausaha sosial kolektif.

Tim penguji terdiri atas Dr Drs Teguh Yuwono MPol Admin (dekan), Prof Bulan Prabawani SSos MM PhD (promotor), Prof Dr Ari Pradanawati MS (co-promotor I), Dr Sari Listyorini SSos MAB (co-promotor II), Prof Dr Naili Farida MSi, dan Prof Olivia Fachrunnisa SE MSi PhD.

Hadir pada acara tersebut, Ketua Yayasan Alumni Undip (YAU) Prof Kesi Widjajanti, Dekan FTIK USM, Dr Atmoko Nugroho ST MEng, Ketua SHINE USM Dr Ferry Firmawan ST MT, Direktur USM LCC Adi Ekopriyono. Selain itu, Ketua Forum Komunikasi Semarang Bersatu (FKSB) Dr Jumai beserta para tokoh Ormas.

Baca Juga:  Salurkan Bantuan Pangan, Arnaz: Kami Menyampaikan Amanah

Naneth mengungkapkan, transformasi OMS menjadi organisasi hibrida merupakan proses sosiokognitif kompleks yang bersifat non-linear. Keberhasilannya ditentukan oleh mekanisme mediasi sosiopsikologis dan komunikasi di dalam internal organisasi.

Komunikasi internal menempati posisi paling determinan sebagai ’’Arena Dialektika’’. Melalui fungsi komunikasi yang efektif, organisasi mampu menyelaraskan dualitas logika institusional, antara idealisme sosial dan pragmatisme pasar, sehingga tercipta harmoni dalam identitas baru organisasi.

”Keberhasilan transformasi OMS sangat bergantung pada kemampuan organisasi dalam mengelola transisi sosiokognitif secara berjenjang. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap langkah menuju kemandirian ekonomi memiliki legitimasi moral yang kuat di mata anggotanya, sehingga hibriditas yang dihasilkan bersifat berkelanjutan dan tetap berorientasi pada kemaslahatan publik,” katanya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *