Gubernur Minta 8 Daerah Zona Merah Genjot Vaksinasi

SEMARANG (Awal.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta delapan daerah zona merah Covid-19 untuk menggenjot vaksinasi.

Hal itu disampaikan gubernur saat memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 secara daring di ruang rapat Gedung A lantai 2 kompleks Pemprov Jateng, Senin (7/6). Rapat diikuti oleh tenaga ahli serta seluruh Bupati/Wali Kota se Jateng.

Menurut Ganjar, Kementerian Kesehatan telah siap menambah stok vaksin di delapan daerah zona merah itu untuk menanggulangi potensi penyebaran Covid-19.

Delapan kabupaten yang masuk zona merah tersebut yakni Kudus, Demak, Grobogan, Pati, Jepara, Sragen, Kabupaten Tegal dan Brebes

Baca Juga:  Meriahkan HUT RI ke-81, Warga Cluster Aira Adu Skill di Lapangan Mini Soccer

Untuk Kudus, kata Ganjar, Menkes sudah mengirimkan 50.000 dosis vaksin, sementara untuk tujuh Kabupaten/Kota zona merah lainnya, segera dikirimkan 25.000 dosis vaksin.

“Saya minta vaksinasi digenjot, karena menurut data, dari 8 Kabupaten/Kota yang sekarang masuk zona merah itu, hanya Demak yang vaksinasinya cukup tinggi. Tujuh lainnya masih rendah. Maka saya minta dipercepat, cari lansia sebagai prioritas vaksinasi,” imbuhnya.

Tak hanya delapan daerah zona merah itu, Ganjar juga meminta semua daerah di Jateng siaga. Pasalnya dari gambar penyebaran, ternyata bentuknya bergerombol di daerah yang berdekatan.

Baca Juga:  Ikut Open House Virtual, Pemain Timnas U-20 Ini Dapat Laptop dari Ganjar

“Kalau dilihat gambarnya, ini bergerombol. Brebes sudah merembet ke Kabupaten Tegal, sementara Kudus merembet ke Jepara, Sragen, Pati, Grobogan, Demak. Jadi daerah sekitarnya harus siap-siap. Rembang, Blora harus siap, Kota Semarang, Boyolali harus siap termasuk Solo, Karanganyar dan lainnya,” tegasnya.

Semuanya diminta melakukan penambahan tempat tidur baik ICU maupun isolasi di rumah sakit. Tempat isolasi terpusat juga harus disiapkan termasuk menggenjot program vaksinasi.

Baca Juga:  Penanganan Rob dan Banjir Pesisir Jateng Sudah ’On The Track’

“Untuk Bed Occupancy Rate di Jateng memang perlu penambahan, total BOR Jateng untuk ICU mencapai 51,87 persen dan isolasi 58,35 persen. Rinciannya, 597 ICU terpakai dan masih tersedia 554, sementara 4541 tempat tidur isolasi rumah sakit terpakai dan 3212 masih tersedia,” pungkasnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *