Mahasiswa S1 Pariwisata USM Gelar Pentas Jawa

Mahasiswa USM peserta kolaborasi Pentas Jawa dari Program Studi S1 Pariwisata semester 2, semester 3, dan semester 5, di Auditorium Ir. Widjatmoko USM, pada Jumat (19/1/2024)
Mahasiswa USM peserta kolaborasi Pentas Jawa dari Program Studi S1 Pariwisata semester 2, semester 3, dan semester 5, di Auditorium Ir. Widjatmoko USM, pada Jumat (19/1/2024)

SEMARANG (Awall.id) – Mahasiswa Program Studi S1 Pariwisata Universitas Semarang (USM) semester 2, semester 3, dan semester 5 berkolaborasi menyelenggarakan Pentas Jawa di Auditorium Ir. Widjatmoko USM, pada Jumat (19/1/2024).

Ketua Panitia, Cesar Vigo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan implementasi mata kuliah Bahasa Jawa pada semester 2, mata kuliah Sendratasik pada semester 3, dan mata kuliah Karawitan pada semester 5 yang diampu oleh Dosen Prodi S1-Pariwisata USM, Heri Purnomo, MPd.

Baca Juga:  Lapor Polisi Soal Trafficking Tak Direspon, Anak Muda Sukoharjo Wadul ke Ganjar

”Tujuan kegiatan ini untuk mengenalkan Prodi Pariwisata USM kepada masyarakat. Dalam kegiatan ini kami mengangkat kearifan lokal dari budaya Jawa agar dapat terus dilestarikan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Prodi Pariwisata menampilkan berbagai macam pertunjukkan mulai dari stand up comedy bahasa Jawa, karawitan yang membawakan lagu ‘Kebo Giro’ dan ‘Suwe Ora Jamu’, tari, hingga kesenian ketoprak yang membawakan cerita ‘Sri Wuning’ dan ‘Adipati’.

Baca Juga:  Hadiri Pelantikan Pengurus KONI Kota Semarang, Ini Pesan Mbak Ita ke Pengurus Baru

Ketua Program Studi S1 Pariwisata USM, Herman Novry Kristiansen Paninggiran, SE M.MPar., mengapresiasi mahasiswanya yang telah menggelar kegiatan tersebut dengan sangat bagus. Kegiatan ini sebagai tugas akhir mata kuliah Bahasa Jawa, Sendratasik, dan Karawitan.

”Saya salut dengan antusias mahasiswa Prodi Pariwisata yang berusaha tampil maksimal dalam kegiatan ini. Saya pikir ini adalah modal yang sangat penting bagi mereka saat bekerja di industri pariwisata, karena budaya dan pariwisata tidak dapat dipisahkan serta hal seperti ini dapat dikemas sebagai atraksi wisata untuk disuguhkan bagi wisatawan nusantara dan mancanegara,” ujarnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *