Ada Kebun Binatang dan Taman Tombo Galau di Area Wisata Waduk Gajah Mungkur
WONOGIRI (Awal.id) – Waduk Gajah Mungkur menjadi ikon wisata di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Destinasi wisata ini termasuk hits dikunjungi para wisatawan, terutama ketika musim liburan.
Di area danau buatan ini pengunjung bisa melihat pemandangan yang tak kalah indahnya dengan wisata alam lainnya. Pengunjung juga bisa berburu spot keren dan menikmati fasilitas seperti jetski, boat dan lainnya.
Lokasi Waduk Gajah Mungkur berada di Desa Sendang, Kecamatan Wonigiri. Tepatnya berada di rute Jalan Raya Wonogiri – Pracimantoro. Bila wisatawan menggunakan kendaraan pribadi, kendaraannya bisa diarahkan menuju ke Kota Wonogiri, kemudian ikuti jalur menuju ke Pracimantoro. Objek wisata ini berada di sebelah kiri.
Objek Wisata Gajah Mungkur menawarkan beberapa aktivitas berwisata yang bisa dijajal oleh pengunjung. Di antaranya, pengunjung bisa berjalan-jalan di tepian waduk, naik perahu, menjajal berbagai arena permainan, atau melihat berbagai binatang yang ada di kebun binatangnya.
Selain itu, pengunjung bisa juga berenang ataupun mencoba bermain wahana air di wahana waterboom yang biasanya dipenuhi pengunjung kalangan anak-anak.
Tiket Masuk
Berkunjung ke waduk ini tidak memerlukan biaya yang mahal. Jika sekadar ingin memancing atau bersantai, pengunjung tidak dikenai tiket masuk. Namun, ada tiket khusus bagi yang ingin bertandang ke Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur. Sejumlah wahana pun memberlakukan tiket terpisah.
Selain kawasan objek wisata, area waduknya bisa dikunjungi kapan saja. Sementara untuk objek wisata memiliki jam operasional dari pagi hingga sore hari. Bagi yang ingin melihat panorama terbaik, disarankan datang pagi hari atau sore hari.
Waduk Gajahmungkur adalah kawasan yang saat ini sedang naik daun namanya. Banyak sekali spot wisata yang sudah dibangun dan menjadi viral di media sosial.
Saat ini pengelola Waduk Gajah Mungkur terus berbenah menghadirkan kawasan wisata yang ramah, termasuk dengan hadirnya camping camp dan outbond yang dikerjakan dan dikembangkang.

KELILING WADUK. Pengunjung Wisata Gajah Mungkur bisa berkeliling waduk dengan menggunakan perahu. Tersedia juga speedboat dan banana boat
Beragam Daya Tarik
Selain waduk, area Wisata Gajah Mungkur memiliki beberapa daya tarik dan pesona wisata. Jika ingin menyusuri hamparan waduk dan merasakan ketenangan serta kedamaian dengan semilir angin yang berhembus, pengunjung bisa menyewa kapal dan berkeliling. Ada juga speedboat, banana boat, dan juga perahu yang disediakan oleh pihak pengelola, untuk menambah daya pikat tempat ini.
Tempat ini pun juga menawarkan fasilitas memancing yang bisa dimanfaatkan. Banyak ikan yang bisa didapat dengan ukuran yang beragam. Waktu yang paling tepat untuk memancing di kawasan ini adalah pagi dan sore hari.
Di area wisata ini, pengelola juga membangun sebuah wahana waterboom untuk pengunjung yang ingin bermain air. Di tempat ini pengunjung bisa merasakan keseruan dari berbagai macam fasilitas yang disediakan.
Selain itu, Waduk Gajah Mungkur juga menyediakan taman satwa. Memang tidak terlalu besar, tetapi hampir setiap tahun jumlah satwa selalu bertambah. Pengunjung bisa naik gajah dan berkeliling.
Taman Tombo Galau
Wahana yang lain adalah taman bermain untuk anak-anak, yang dilengkapi dengan kereta kelinci yang berputar, bianglala, ayunan, jungkitan dan prosotan. Dan yang terbaru adalah Taman Tombo Galau. Dalam bahasa Indonesia Tombo berarti obat. Bisa dibilang tempat ini adalah taman obat galau.
Ada berbagai macam permainan tradisional yang bisa dimanfaatkan seperti permainan ular tangga, catur dan masih banyak lagi. Taman ini bisa dibilang sebagai taman mengenang permainan masa lalu yang di masa sekarang sulit ditemukan.
Ada sebuah air mancur dan taman hijau yang bisa digunakan sebagai spot foto.
Mengingat sejarahnya, Waduk Gajah Mungkur diresmikan Presiden Soeharto pada 17 November 1981.Proses pembangunan waduknya sendiri dimulai sejak 1974. Waduk yang menjadi hulu Sungai Bengawan Solo itu diproyeksikan mampu bertahan 100 tahun.
Waduk seluas 8.800 hektare dengan panjang 1.452 meter, tinggi 42 meter, dan volume 730 juta meter kubik itu kemudian diberi nama Gajah Mungkur. Hal ini karena lokasinya terletak tidak jauh dari Pegunungan Gajah Mungkur di sebelah barat.
Waduk yang dikelola Pemerintah Daerah Kabupaten Wonogiri ini mampu mengairi sawah seluas 23.600 hektare di daerah Sukoharjo, Klaten, Karanganyar dan Sragen. (adv)




















