Pertumbuhan Ekonomi Jateng Tahun 2021 Capai 3,32 Persen

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2021, di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Berlian DPRD Jateng, Selasa (28/3).
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2021, di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Berlian DPRD Jateng, Selasa (28/3).

SEMARANG (Awal.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jateng tahun 2021 mencapai 3,32%. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020 yang mengalami kontraksi sebesar -2,65%.

“Peningkatan pertumbuhan di Jawa Tengah tahun 2021, tidak lepas dari program-program pemulihan ekonomi yang dilakukan, baik di sektor sosial seperti pembagian bansos, maupun di sektor industri seperti bantuan UMKM,” kata Ganjar saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2021, di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Berlian DPRD Jateng, Selasa (28/3).

Baca Juga:  Peringatan Bagi Pelanggar Prokes, Jaksa Jaksa Agung Perintahkan Jajarannya Tuntut Pidana Maksimal

Selain itu, Ganjar juga menyampaikan pertumbuhan ekonomi Jateng di beberapa sektor menunjukkan arah perbaikan kembali ke kondisi normal. Tertinggi adalah kontribusi dari sektor konstruksi yang mencapai 7,37% dibandingkan tahun 2020 yang kontraksi sebesar -3,76%.

Sektor lain, kata Ganjar, juga turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Jateng. Yakni sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh mencapai 6,04% serta pengadaan listrik dan gas sebesar 5,95%. Adapun kenaikan pertumbuhan paling signifikan, lanjut Ganjar, terjadi pada sektor-sektor kritikal.

Baca Juga:  Bangkitkan UMKM Kota Semarang, Mbak Ita Ajak Stakeholder Ciptakan Pusat Keramaian Masyarakat

“Seperti transportasi dan pergudangan yang tumbuh sebesar 3,30% dari tahun 2020 sebesar -32,38%. Selanjutnya sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, dari pertumbuhan -7,98% pada tahun 2020 menjadi 5,92% pada tahun 2021,” ucap Ganjar.

Selain itu, Ganjar mengatakan, jumlah penduduk miskin di Jateng pada bulan September 2021 berjumlah 3,934 juta orang atau 11,25% berkurang sejumlah 185,92 ribu orang atau 0,59%.

“Lebih rendah dari bulan September 2020 berjumlah 4,119 juta orang atau 11,84%. Hal ini menunjukan keberhasilan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam pengentasan kemiskinan dimasa pandemi COVID-19,” tandas Ganjar. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *