Sandal Bersihkan Hati melalui Mujahadah Mingguan

SEMARANG (Awal.id) – Pesantren Santri Ndalan Nusantara (Sandal) mengadakan acara rutinan Mujahadah guna membersihkan hati umah Islam pada setiap Jumat malam di Masjid Baitun Naim, Jalan Pleburan Raya, Semarang.
Diketahui, Mujahadah adalah usaha atau perjuangan yang dilakukan dengan bersungguh-sungguh untuk melawan hawa nafsu sebagai umah beragama Islam.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Harian Sandal, Sholikin dalam acara selapanan rutin sekaligus memperingati Isra Miraj di Pleburan, Semarang, Jumat (4/3) malam.
Ia membeberkan di Sandal terdapat kegiatan rutinan Mujahadah yang diselanggarakan setiap hari Jumat malam di Masjid Baitun Naim.
“Menurut arahan bapak kami, guru kami, sekaligus Pengasuh Sandal, Gus Huda, elain kewajiban kita salat lima waktu, betapa penting mujahadah bagi umat beragama Islam. Tujuannya, untuk membersihkan hati kita dari perilaku-perilaku yang menyimpang dari ajaran Islam,” ungkap Sholikin usai melakukan kegiatan selapanan rutin.
Menurutnya, dengan adanya kegiatan selapanan rutin yang dilakukan setiap sebulan sekali kita semakin dapat lebih membersihkan hati dalam melawan hawa nafsu.

Ketua Panitia Sandal, Sholikin
Berbeda dengan Mujahadah mingguan, Sholikun menjelaskan kali ini turut hadir dalam memimpin acara tersebut, yakni Habib Al Kaff dari Pekalongan dengan tujuan lebih meleburkan hati yang begitu keras akan hawa nafsu.
“Meski kita mengadakan acara Mujahadah seminggu sekali, bagi kami itu tidaklah cukup. Maka, dalam acara slapanan rutinan kali ini hadirnya Habib Al Kaff dalam memimpin mujahadah semoga dapat lebih menggempur kerasnya hati kita dalam melawan hawa nafsu,” ungkap Sholikin.
Dia menambahkan, bagi warga Kota Semarang yang ingin mengikuti kegiatan mujahadah mingguan bisa datang langsung ke Masjid Baitun Naim setiap Jumat malam pada 19.30 WIB.
“Kami sangat terbuka kepada para umat beragama Islam di wilayah Kota Semarang yang ingin mengikuti acara Mujahadah rutinan mingguan. Silahkan datang setiap Jum’at malam, bahkan dalam sebulan sekali kami juga mengadakan slapanan rutinan dengan dihadiri tokoh-tokoh penting untuk menambah kebersihan hati kita,” tutup Sholikin.
Diketahui, Pesantren Santri Ndalan Nusantara (Sandal) sudah mengajak anak-anak, remaja, dan orang dewasa yang ‘punya masalah’ untuk bisa menimba ilmu. Santri di pesantren ini terdiri dari preman, mantan napi, peminum, pemabuk, hingga pengguna narkoba. Santri Ndalan terdiri dari berbagai latar belakang mulai dari anak jalanan, preman, debt collector, dan alumni jeruji besi dengan beragam kasus. (is)




















