Sandal Gelar Selapanan Rutin dan Peringatan Isra Miraj

SEMARANG (Awal.id) – Pesantren Santi Ndalan (Sandal) Nusantara menggelar kegiatan selapanan rutin sekaligus memperingati Isro Miraj di depan Masjid Baitun Naim, Jalan Pleburan Raya, Jumat (4/3) malam.

Dalam acara tersebut dipimpin oleh Pengasuh Sandal, M Nurul Huda (Gus Huda) didampingi Habib Al Kaff dari Pekalongan. Turut hadir, pembina Sandal yakni perwakilan Sekda Kota Semarang, Iswar Aminudin, perwakilan Camat Semarang Selatan, Lurah Pleburan, Fatori Adi dan Ketua Panitia Sandal, Sholikin.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Ainun, M Zidan dan M Hanif, dilanjutkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Yahlalwaton, dan mars Sandal. Pembacaan diisi Maulid oleh Habib Al Kaff dan yang terakhir tausiyah dari Gus Huda.

Baca Juga:  Pemprov Jateng Gelar Ikrar Pakta Integritas, Sebagai Komitmen Jaga Netralitas ASN

Dalam tausiahnya, Gus Huda mengatakan kegiatan ini selain acara rutinan slapanan juga dalam rangka memperingati Isra Miroj Nabi Muhammad SAW 1433.

Ia menjelaskan Isra Miraj merupakan salah satu sejarah, di mana Nabi Muhamad SAW mendapat perintah menjalankan salat lima waktu.

Mengenai pengertian Isra Miroj, sambung Gus Huda, Isra adalah perjalanan Rasulullah SAW pada suatu malam dariMasjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina. Miraj merupakan kisah perjalanan Nabi dari bumi naik ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha (akhir penggapaian) untuk menerima perintah Allah SWT menjalankan salat lima waktu dalam sehari semalam.

Baca Juga:  PSIS Beri Bantuan untuk Budiono Sutikno

“Isra Miraj terjadi pada suatu malam pada tanggal 27 Rajab. Peristiwa ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah Nabi Muhammad SAW mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam,” papar Gus Huda.

Pada masa itu, lanjut Gus Huda, tidak ada siapa pun yang tahu tentang Nabi Muhammad SAW sedang melakukan perjalanan Isra Miraj.

“Hanya ada dua malaikat yang mendampingi Nabi Muhammad SAW, yakni Jibril dan Mikhail,” jelas Gus Huda.

Menurut dia, dari peristiwa Isra Miraj ini umat Islam bisa mendapatkan hikmah dan pelajaran terpenting betapa pentingnya beribadah salat lima waktu.

Baca Juga:  Tak Hanya Berbelanja, Ramadhan Weekend Market CitraGrand Semarang Juga Hadirkan Hiburan Seru

“Amalan utama pada hari Isra Miraj adalah salat, salawat, dan amalan baik lainnya yang memberi hikmah untuk taat kepada perintah Allah SWT,” ungkap Gus Huda.

Ia menandaskan dengan adanya peristiwa peringatan Isra Miraj ini agar umat Islam semakin taat dalam menjalankan salat lima waktu.

“Salat lima waktu merupakan hal terpenting bagi umat beragama Islam. Dengan adanya salat lima waktu dapat mengingatkan kita akan akhirat di saat tengah sibuk dengan urusan duniawi. Selain itu, salat juga bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari kita,” tutup Gus Huda. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *