Kasus Covid Rendah, Jateng Tetap Genjot Testing dan Tracing

Pj Sekda Jateng, Prasetyo Aribowo (kanan), mendampingi Gubernur Ganjar Pranowo pada rapat penanganan Covid-19, Selasa (14/9)
Pj Sekda Jateng, Prasetyo Aribowo (kanan), mendampingi Gubernur Ganjar Pranowo pada rapat penanganan Covid-19, Selasa (14/9)

SEMARANG (Awal.id) – Meskipun angka kasus positif Covid-19 di Jawa Tengah terus mengalami penurunan, pemerintah provinsi tidak akan menurunkan target tracing dan testing.

Pj Sekda Jateng, Prasetyo Aribowo, dalam paparannya saat rapat penanganan Covid-19, Selasa (14/9) menerangkan, rasio testing dan tracing di Jateng justru terus digenjot. Pada minggu ke-36 saat ini saja, rasio testing di Jateng mencapai 217,58 persen.

“Jumlah itu meningkat dari minggu ke-35 kemarin yang hanya 147,77 persen. Dan kalau dilihat dari testing harian, pada tanggal 12 September kemarin testing kita mencapai 258,90 persen dalam sehari,” katanya.

Baca Juga:  Gubernur Ganjar Keliling Sidak Depo Oksigen

Beberapa daerah di Jateng, lanjut Prasestyo, sudah mencapai rasio testing lebih dari 100 persen. Hanya tujuh Kabupaten/Kota yang rasio testingnya masih di antara 50-100 persen. “Tapi tidak ada daerah yang rasio testingnya di bawah 50 persen,” jelasnya.

Sementara untuk tracing, 6 Kabupaten/Kota yakni Kudus, Jepara, Batang, Rembang, Klaten dan Temanggung sudah memenuhi rasio tracing, yakni 15 orang per satu kasus positif. Sementara sisanya lanjut dia, masih belum mencapai rasio itu.

Baca Juga:  Banjir Belum Surut, Stasiun Tawang Masih Lumpuh

“Untuk itu kami minta tracing ditingkatkan agar sesuai rasio yang ditentukan,” jelasnya.

Sementara terkait kondisi Covid-19 di Jateng, Prasetyo menerangkan bahwa angka penambahan kasus pada 12 September kemarin hanya 168 kasus. Hal ini sejalan dengan tren positivity rate di Jateng yang juga terus menurun, dari 9,65 persen di minggu ke-35 menjadi 6,01 persen di minggu ke-36 ini.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga mengingatkan semua daerah untuk tidak mengendurkan testing dan tracing. Menurutnya, cara itu penting dilakukan untuk mengetahui kondisi masyarakat yang sebenarnya.

Baca Juga:  Peringati Isra Miraj, Bupati Dico Berharap Pandemi Covid-19 Segera Berakhir

“Termasuk kami sudah membeli alat tes whole genome sequencing untuk mendeteksi apakah ada varian baru atau tidak di Jateng. Saya minta setiap daerah mulai mengambil sampel-sampel untuk dites menggunakan alat itu,” ucapnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *