21 Mahasiswa UPGRIS Ikuti PPL dan KKN Internasional di Thailand Selatan

Hat Yai, Thailand Selatan (Awall.id) – Sebanyak 21 mahasiswa Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) mengikuti Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Hat Yai, Thailand Selatan.

Program yang berlangsung pada Kamis (15/1/2026) ini merupakan implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sekaligus bagian dari penguatan kerja sama internasional UPGRIS bersama Al Hidayah Foundation.

Melalui program ini, para mahasiswa memperoleh pengalaman belajar lintas negara sekaligus memperkuat kompetensi akademik, profesional, dan kemampuan beradaptasi di lingkungan global.

Selama beberapa pekan, mahasiswa ditempatkan di sejumlah sekolah mitra di wilayah Hat Yai dan sekitarnya. Mereka melaksanakan praktik mengajar, pengabdian kepada masyarakat, penguatan literasi, pertukaran budaya, hingga berbagai kegiatan pemberdayaan sekolah.

Selain mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, mahasiswa juga mempelajari sistem pendidikan, budaya, dan kehidupan masyarakat Thailand Selatan secara langsung.

Sebanyak 21 mahasiswa yang mengikuti program ini yakni Yuli Ratna Ningrum, Saskia Maylanova, Galuh Hastutiningtyas, Lusy Silviana, Vina Rohmatul Ummah, Mita Lestari, Elsan Rizki Triana, Intan Rahmadhani, Citra Dewi Aprilia, Juliani Amelia Pramesti, Reva Sevita Aulia, Eva Nur Faizatul Ulya, Nintya Kusuma Wardani, Fadliyatu Soimah, Rozan Ulya Budi Aziza, Kun Maharani, Rosicha Salma Aulia, Siti Nur Aisah, Ayu Wulandari, Shitarani Dewi, dan Tika Zulianti.

Baca Juga:  Pemkot Semarang Siapkan Mitigasi Bencana Antisipasi Persoalan Banjir

Keikutsertaan mereka mencerminkan meningkatnya minat mahasiswa UPGRIS dalam mengikuti program internasional sebagai bagian dari strategi internasionalisasi kampus yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengalaman lintas budaya.

Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., mengatakan mahasiswa merupakan representasi universitas dalam setiap program internasional.

“Keberangkatan 21 mahasiswa ini bukan hanya menunjukkan antusiasme terhadap program internasional, tetapi juga mencerminkan kesiapan UPGRIS dalam menghasilkan lulusan yang mampu beradaptasi di lingkungan global. Kami berharap mereka menjadi duta akademik yang mampu menunjukkan kompetensi, karakter, dan budaya Indonesia dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Menurutnya, Program PPL Internasional dan KKN Internasional memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar melalui pengalaman nyata di luar negeri. Mereka berinteraksi langsung dengan guru, siswa, serta masyarakat setempat sehingga memperoleh wawasan mengenai praktik pendidikan di tingkat internasional.

Program ini juga menjadi implementasi kerangka IPCSA 5E, model pengembangan kerja sama internasional UPGRIS.

Baca Juga:  Pemkot Semarang Dapat Tambahan Dana Rp 30,9 Miliar dari Pemerintah Pusat

Pada pilar Education, mahasiswa menjalankan praktik mengajar di sekolah-sekolah mitra. Pilar Exchange diwujudkan melalui pertukaran budaya, pengalaman, dan metode pembelajaran antara mahasiswa Indonesia dengan komunitas pendidikan di Thailand Selatan.

Sementara itu, aspek Engagement tercermin dari keterlibatan aktif mahasiswa dalam berbagai kegiatan sekolah dan masyarakat. Pilar Empowerment diwujudkan melalui kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, pengembangan media ajar, serta pemberdayaan masyarakat. Adapun Employability menjadi hasil yang diperoleh mahasiswa melalui peningkatan kemampuan komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, kolaborasi internasional, pemecahan masalah, dan adaptasi di lingkungan kerja multikultural.

Kepala UPT Kerja Sama dan Urusan Internasional (KUI) UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, M.Hum., menegaskan bahwa program internasional merupakan investasi penting dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia.

“Kami ingin mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang tidak bisa didapatkan hanya di ruang kelas. Melalui interaksi langsung dengan sekolah dan masyarakat di Thailand Selatan, mereka belajar menjadi pendidik yang profesional sekaligus warga global yang mampu bekerja sama dengan berbagai pihak,” jelasnya.

Baca Juga:  Dinilai Program Sakral, Pertamina Patra Niaga RJBT Kembali Support Kegiatan UKW PWI Jateng

Salah seorang peserta program mengaku pengalaman mengikuti PPL dan KKN Internasional menjadi bekal berharga untuk pengembangan diri.

“Kami belajar menghadapi situasi yang berbeda dari Indonesia, mulai dari bahasa, budaya, hingga sistem pembelajaran. Pengalaman ini membuat kami lebih percaya diri, lebih mandiri, dan semakin memahami pentingnya kolaborasi internasional dalam dunia pendidikan,” ungkapnya.

Tak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, program ini juga berdampak positif bagi sekolah-sekolah mitra di bawah pendampingan Al Hidayah Foundation. Kehadiran mahasiswa UPGRIS memperkaya proses pembelajaran melalui metode mengajar yang inovatif, kegiatan literasi, pembelajaran berbasis proyek, serta berbagai aktivitas yang mendorong semangat belajar peserta didik.

Melalui partisipasi 21 mahasiswa dalam Program PPL dan KKN Internasional di Hat Yai, Thailand Selatan, UPGRIS kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kerja sama internasional yang berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan.

Program ini menjadi implementasi nyata MBKM, memperluas jejaring pendidikan internasional, sekaligus mengaktualisasikan nilai-nilai IPCSA 5E untuk mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global.***

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *